Nasional

CEDeS: Mentoring Perintisan Usaha untuk Pertumbuhan Wirausaha Kampus

JAKARTA, Perguruan tinggi memiliki peran penting dan strategis dalam mendorong dan mengembangkan potensi wirausaha muda kampus. Karena itu kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan start – up di lingkungan pendidikan tinggi perlu direspon secara aktif dan dinamis, agar kebijakan pembangunan kewirausahaan dapat meningkatkan lapangan kerja seluas-luasnya bagi lulusan perguruan tinggi.

Pada 2015, angka pengangguran lulusan perguruan tinggi kita masih relatif besar yaitu 12 % dari total 7,56 juta angka pengangguran di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran pada periode Agustus 2014 sampai Agustus 2015 terjadi peningkatan yang cukup besar yaitu 320 ribu jiwa.

Kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan relevansi ( mismatch ) antara job seeker versus job creator bukan tanpa hasil yang memuaskan dalam menjawab tantangan seperti tersebut di atas. Namun, karena angka pengangguran dan problem dunia pendidikan yang terus dinamis – di atas ledakan demografi penduduk Indonesia, maka dampak kebijakan pemerintah tersebut belum terasa kuat di masyarakat.

Kata kuncinya, adalah meningkatkan peran dan partisipasi aktif semua komponen masyarakat, untuk bersama-sama pemerintah menekan problem angka pengangguran, dengan melahirkan wirausahawan muda dari lingkungan kampus. “Kebijakan pembangunan kewirausahaan yang partisipatif dari perguruan tinggi perlu ditingkatkan, sehingga terjadi sinergi antara pemerintah-masyarakat kampus dalam pembangunan dunia kewirausahaan” tegas Zaenul Ula, Direktur CEDeS pada wartawan di Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Gerakan Nasional Wirausaha Muda Kampus (WMK) secara umum melakukan percepatan terhadap pertumbuhan wirausaha muda kampus dengan pendekatan partisipatif, berdasarkan aspirasi-potensi masyarakat kampus. “Secara reguler kami kerjasama–sinergi dengan perguruan tinggi melakukan upaya-upaya peningkatan pembangunan entrepreneurial mindset dalam menyongsong “Kebangkitan Wirausaha Muda Indonesia,” ujarnya.

Sebagai upaya meningkatkan peran kampus dalam pengembangan potensi kewirausahaan mahasiswa, kami mengadakan Mentoring Printisan Usaha yang dilaksanakan pada 22-23 Februari 2017 di Wisma Syahida Inn di Kampus II UIN Ciputat, Tengerang Selatan.

Program Mentoring ini diharapkan dapat melahirkan calon wirausaha baru dari kampus. Materi yang akan disampaikan dalam Mentoring antara lain: Pertama, mahasiswa mampu membangun kepekaan dalam berbisnis, Kedua, memberikan konsep berwirausaha yang implementatif dengan melakukan diskusi bersama 3 (tiga) narasumber wirausaha sukses, Achmad Zaky – Bukalapk.com, M. Asmui Kammuri – CEO Javapuccino Group, dan Andreas Senjaya – CEO i-Grow, selain itu ada motivator bisnis dari CEDeS.

Peserta Mentoring adalah utusan masing-masing perguruan tinggi adalah 5 orang peserta, terdiri dari 20 Perguruan Tinggi yang diundang, sudah mendaftar 15 Perguruan Tinggi yang akan mengikuti program Mentoring tersebut.

Menurut Zaenul Ula, pengetahuan teori saja tidak cukup untuk menjadi seorang wirausaha, perlu media-praktek. Dengan mengalami langsung apa yang terjadi pada dunia-bisnis, mahasiswa akan merasakan perubahan mindset . Inilah modal sosial yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum menjadi seorang wirausaha. “Dengan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman aktual dari pelaku usaha sukses, diharapkan menjadi modal utama mahasiswa untuk mendirikan usaha–bisnis sejak dini” jelas Zaenul Ula, Tim Pokja Wirausaha Muda Kampus.

Tim Mentoring akan melakukan seleksi terhadap peserta yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dampingan dari Pokja WIRAUSAHA MUDA KAMPUS. “Tim akan memiliih 3 (kelompok) peserta terbaik untuk melanjutkan proses dampingan berwirausaha. Selain persyaratan proposal bisnis, mahasiswa yang memiliki rintisan usaha akan menjadi prioritas untuk mendapat bantuan dari Kemenpora” pungkas Zaenul.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top