BADUNG, SUARAINVESTOR.COM-Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI meminta pemerintah agar ada perlakuan khusus terhadap pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi. Hal ini karena sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat dan industri di Bali bergerak di sektor pariwisata. “Kita berkomitmen mendorong pemerintah pusat agar segera membuka pariwisata Bali. Ketika ekonomi membaik, maka percepatan SDGs dapat dimaksimalkan,” kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana kepada wartawan di Bali, (20/1/2022).
Lebih jauh Putu Supadma mengungkapkan bahwa percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals SDGs perlu sejalan seirama dengan pemulihan ekonomi. Hal ini disampaikan Putu menanggapi aspirasi masyarakat dan pelaku pariwisata Bali.
Menurtu Putu Supadma, Kabupaten Badung merupakan gerbang masuk Wilayah Bali dan menjadi salah satu kabupaten percontohan. Karena penyumbang devisa terbesar dari sektor pariwisata. Namun, akibat pandemi Covid-19 terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Kabupaten Badung.
Kondisi ini mengakibatkan PAD Kab Badung selama dua tahun terakhir mengalami penurunan sangat tajam, khususnya penerimaan dari sektor pajak hotel yang menjadi sumber utama. “Jadi untuk memulihkan ekonomi di Bali, perlu diberlakukannya sistem klaster bagi destinasi pariwisata,” ucapnya.
Menurut politisi Partai Demokrat ini, sistem klasterisasi ini dapat mengindikasikan kesiapan daerah untuk membuka diri menerima kunjungan dari luar, khususnya di sektor pariwisata. Adapun, indikatornya meliputi tingkat kesuksesan vaksinasi, kesediaan fasilitas kesehatan, dan Hospital Safety Index (HSI). Dalam penetapan kebijakan pencegahan Covid-19, pemerintah pusat dapat memberikan perlakuan yang berbeda antara wilayah yang sudah aman untuk dikunjungi dengan wilayah yang masih perlu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat.
Putu Supadma juga mendorong agar dibukanya penerbangan internasional ke Bali. Minimnya, penerbangan langsung ke Bali menjadi salah satu isu utama yang dihadapi Bali saat ini. Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah akses wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Bali. “Parameternya, vaksinasi di Bali lebih dari 100 persen. Vaksinasi kedua diatas 90 persen, bahkan sudah ada mulai disuntikkan booster vaksin ketiga. Sehingga tak ada hal lain lagi. Kami juga berkomitmen akan menyuarakan pariwisata Bali dibuka kembali dan melaksanakan karantina selama 7 hari, yang semoga nantinya bisa menjadi 3 hari,” imbuhnya. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








