Industri & Perdagangan

Bisa Naik Kelas, Kawendra: Kondisi Pertamina Saat Ini Penuh Tantangan

Bisa Naik Kelas, Kawendra: Kondisi Pertamina Saat Ini Penuh Tantangan
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri beserta jajaran subholding,/Foto: Eko

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kasus dugaan korupsi Pertamina yang mencapai sekitar Rp193,7 Triliun terus menjadi sorotan publik. Karena itu, kondisi Pertamina saat ini penuh tantangan, tetapi ini bisa menjadi peluang bagi Pertamina untuk naik kelas. “Kami sangat optimis bahwa di dalam tubuh Pertamina masih banyak orang-orang yang memiliki semangat merah-putih,” kata Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri beserta jajaran subholding, di Jakarta, Selasa (11/3/25).

Lebih jauh Kawendra mengingatkan bahwa Indonesia hanya membutuhkan tiga hal utama untuk bangkit dan mencapai cita-cita kemerdekaan, sebagaimana yang pernah disampaikan Prabowo. “Pertama, pemerintahan yang bersih dan konsekuen. Kedua, strategi yang benar. Ketiga, manajemen yang baik.

Terkait wacana pembentukan Panitia Kerja (Panja) dalam menyelidiki permasalahan di Pertamina, Kawendra menegaskan bahwa tidak perlu adanya Panja. “Kita harus memberikan kepercayaan penuh kepada penegak hukum yang telah melakukan tugasnya sebaik mungkin. Saat ini, di era Pak Prabowo, kita melihat bahwa penegakan hukum sangat luar biasa dan sedang dilakukan secara optimal,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, ia menekankan komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi secara tegas dan menyeluruh, Kawendra menyatakan hal tersebut seharusnya menjadi landasan yang harus dipegang teguh untuk keberlangsungan masa depan bangsa. “Pak Prabowo berkomitmen untuk memberantas korupsi sebaik-baiknya, setegak-tegaknya. Salah satu tugas utama yang harus dilakukan adalah membersihkan dari dalam serta memberikan catatan-catatan yang memang perlu dirapikan ke depan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kawendra juga mendorong Pertamina untuk segera menerapkan teknologi tinggi guna meminimalisir potensi kecurangan dalam sistem. “Kalau perlu gunakan kecerdasan buatan (AI) agar setiap potensi fraud (kecurangan) dapat terdeteksi sejak dini. Dengan teknologi yang tepat, stok yang kurang atau kejanggalan dalam sistem bisa langsung terlihat, sehingga mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.***

Penulis   : Eko Cahyono
Editor     : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top