Market

Bisa Ganggu Ekonomi Global, BKSAP DPR: Rusia-Ukraina Harus Ke depankan Perdamaian

Bisa Ganggu Ekonomi Global, BKSAP DPR: Rusia-Ukraina Harus Ke depankan Perdamaian
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Achmad Hafisz Tohir usai menghadiri Sidang IPU di NEW YORK, USA/Foto: Dok Pribadi Hafisz Tohir

NEW YORK, SUARAINVESTOR.COM- Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP-DPR RI), Achmad Hafisz Thohir mengaku prihatin atas konflik yang terjadi di Eropa Timur antara Rusia dengan Ukraina. Kedua negara harus bisa menghindari perang. “Bagaimanapun juga kedua negara itu, harus tetap mengedepankan perdamaian dunia,” katanya kepada suarainvestor.com melalui telepon seluler usai menghadiri sidang IPU di NEW YORK, Rabu (23/2/2022).

Lebih jauh Hafisz Tohir menegaskan bahwa Indonesia menginginkan tidak adanya pertumpah darahan terjadi antar kedua negara sahabat baik Rusia maupun Ukraina. “Keduanya harus menempuh saluran diplomatik yang memadai,” ujarnya.

Hafisz menambahkan, dampak perang antara Rusia dengan Ukraina, maka akan mengganggu keseimbangan global da berdampak cukup serius.

“Ekonomi global utamanya akan terdampak. Jadi keduanya harus tetap mengedepankan perdamaian sebagai opsi relevan,” harapnya.

Hafisz juga mendorong agar Indonesia berperan aktif dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Indonesia perlu bersuara dan turun tangan memberikan saran kepada kedua negara. Ini belum terlambat, jangan sampai Rusia mengubah Ukraina jadi debu radioaktif. Ini mengerikan,” lirih Anggota Komisi XI DPR RI itu.

Menurutnya, Indonesia punya modal cukup kuat untuk menjadi penengah di antara kedua Negara berseteru itu.

“Indonesia diterima keduanya. Kita tidak menginginkan pertumpahan darah terjadi antar kedua negara sahabat baik Indonesia tersebut. Indonesia merupakan sahabat baik kedua negara selama ini. Apalagi Indonesia menganut politik bebas dan aktif yang mengendepankan perdamaian,” ujarnya.

Komitmen Indonesia untuk ikut serta menciptakan ketertiban dan kedamaian dunia, Hafisz menambahkan, menjadi point penting dalam memberikan masukan kepada kedua negara tersebut.

“Jelas dalam pembukaan UUD 45 , Indonesia memiliki spirit agar ikut serta dalam perdamaian dunia,” pungkasnya. ***

Penulis  : Arpaso
Editor    : Budiono

BERITA POPULER

To Top