Headline

BI: Rupiah Berpotensi Terus Menguat

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Bank Indonesia (BI) memprediksi posisi nilai tukar rupiah bisa terus bergerak menguat terhadap dollar AS. Saat ini nilai mata uang rupiah diperdagangkan Rp14.200 per dollar AS. Padahal pada awal April 2020 lalu, rupiah sempat tertekan hingga level Rp 16.400 per dollar AS. “Alhamdulillah tadi kami juga laporkan dengan koordinasi yang erat tadi nilai tukar Rupiah yang dulu di awal-awal April pernah Rp16.400,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Bahkan BI, kata Perry, rupiah berpotensi terus bergerak menguat dalam beberapa waktu ke depan. Penguatan nilai tukar rupiah terjadi lantaran adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dengan Bank Indonesia. “Dengan demikian, investor asing pun memiliki kepercayaan terhadap pasar keuangan dalam negeri,” tambahnya.

Hari ini di pasar spot Bloomberg, rupiah diperdagangkan pada level Rp 14.232 per dollar AS pada pembukaan. Saat ini, nilai tukar terpantau berada pada kisaran Rp 14.095 per dollar AS atau menguat 320 poin atau sekitar 2,22 persen jika dibandingkan pada penutupan perdagangan hari sebelumnya yang sebesar Rp 14.415 per dollar AS.

Beberapa waktu lalu, Perry sempat mengatakan, nilai tukar rupiah masih berada di bawah fundamental atau undervalue. Posisi rupiah yang masih undervalue tersebut disebabkan faktor premi risiko yang masih tinggi akibat ketidakpastian di pasar keuangan global. “Sebelum Covid-19, nilai tukar ripiah pernah di bawah Rp 14.000, di level Rp 13.800 pernah juga sampai Rp 13.600 (per dollar AS), itu akan mengarah ke sana,” jelas Perry, Kamis (28/5/2020).

Pihaknya pun menjelaskan, tingkat fundamental nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang lebih rendah, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang juga lebih rendah, serta aliran modal asing berupa portofolio khususnya melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang masuk ke dalam negeri. “Sehingga imbal hasil dari SBN kita yang menurun juga mendukung stabilitas nilai tukar kita ke arah fundamental. Kami meyakini nilai tukar saat ini masih undevalue dan berpeluang terus menguat ke arah fundamentalnya,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top