Market

Berpotensi Rugikan Negara, Lembaga Penyiaran Terduga Ilegal Perlu Ditertibkan

Berpotensi Rugikan Negara, Lembaga Penyiaran Terduga Ilegal Perlu Ditertibkan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pemerintah akan menertibkan operasi lembaga penyiaran yang diduga tak berizin (illegal) yang beroperasi di Indonesia. Selain mengganggu bisnis, lembaga penyiaran yang diduga illegal ini juga merugikan negara lantaran tidak membayar pajak.

Keberadaan lembaga penyiaran yang diduga illegal itu juga mendapat perhatian Kasubdit IV Penyiaran Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Pol. Parlindungan Silitonga, S.IK.MM saat menjadi pembicara dalam diskusi penyiaran yang menjadi bagian dari kegiatan Kongres Federasi TV Berlangganan Indonesia di Hotel Swiss Bell Mangga Besar Jakarta, Rabu (19/2/2020).

“Yang pasti, aktifitas lembaga penyiaran yang diduga ilegal ini berpotensi merugikan negara. Sebab diduga juga tidak membayar pajak,” ujarnya.

Menurut Parlindungan, pertumbuhan bisnis industri lembaga penyiaran di Indonesia semakin meningkat. Namun dari sekian banyak lembaga penyiaran tersebut, diprediksi tak banyak yang mengantongi izin resmi. Karena itu, pihaknya mengingatkan kepada semua pihak agar mengurus legalitas dari lembaga penyiaran tersebut. Jika tidak maka akan terkena sanksi.

“Saya kira, penyelenggara siaran illegal ini harus ditindak tegas. Mereka yang terbukti menyelenggarakan siaran tanpa izin akan dikenakan pasal berlapis dari empat Undang-Undang untuk memberikan efek jera karena dampaknya sangat merugikan dan tidak mendidik masyarakat,” jelasnya

Senada dengan Parlindungan Silitonga, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara, Mutia Ariqah mengatakan lembaga penyiaran yang diduga Ilegal itu banyak memiliki efek negatif.
“Misalnya, pelanggan tidak mendapatkan pelayanan memuaskan karena siarannya sering hilang. Ke mana harus komplain, karena mereka ilegal. Coba kalau legal, mereka bisa mengadu ke KPID,” tegasnya. ***

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top