Market

Aset Kripto Senilai Rp739,2 Triliun “Kabur” Dari China?

Ilustrasi Bitcoin/Kompas.com

BEIJING, SUARAINVESTOR.COM– Perusahaan forensik blockchain, Chainalysis menemukan aset kripto ( cryptocurrency) senilai lebih dari 50 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 739,2 triliun (kurs Rp 14? 785 per dollar AS) pindah dari dompet digital China ke negara lain tahun lalu. Hal ini menunjukkan investor China mentransfer lebih banyak uang daripada yang diizinkan ke luar negeri.

Mengutip Kompas.com yang dilansir dari CNBC, Minggu (23/8/2020), aturan yang berlaku di China terkait pembelian mata uang asing, dibatasi sampai dengan 50.000 dollar AS setahun di lembaga keuangan.

Namun, laporan menyebutkan warga kalangan atas di China telah menghindari batasan tersebut melalui investasi asing di real estat dan aset lainnya. “Investasi cryptocurrency cukup longgar (aturannya). Selama setahun terakhir, dengan ekonomi China yang menderita karena perang dagang dan devaluasi yuan di berbagai titik, kami telah melihat lebih dari 50 miliar dollar AS mata uang kripto berpindah dari China ke alamat luar negeri,” ungkap laporan Chainalysis.

Laporan Chainalysis juga menyebutkan, tidak semuanya memang merupakan pelarian modal, namun dapat dipastikan 50 miliar dollar AS sebagai batas mutlak untuk pelarian modal melalui mata uang kripto dari Asia Timur ke wilayah lain.

Disebutkan juga, pemegang Cryptocurrency menggunakan stablecoin Tether yang kontroversial untuk memindahkan uang mereka.

Stablecoin merupakan mata uang digital yang biasanya didukung oleh aset atau kelompok aset lain dalam upaya menstabilkan nilainya dan membatasi volatilitas yang dipatok dalam matau uang dollar AS.

Stablecoin berguna untuk mentransfer cryptocurrency dalam jumlah besar karena, secara teori nilai cryptocurrency yang dipindahkan seseorang seharusnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. “Secara total, Tether senilai lebih dari 18 miliar dollar AS telah dipindahkan dari alamat Asia Timur ke alamat yang berbasis di wilayah lain selama 12 bulan terakhir. Sekali lagi, sangat tidak mungkin semua ini adalah pelarian modal,” ujar Chainalysis. ***

Sumber: Kompas.com

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top