Market

Pilkada Serentak 2020 Hanya Munculkan Pemodal Ketimbang Tumbuhkan Daerah Sejahtera

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2020 berpotensi memunculkan pemodal-pemodal baru ketimbang menumbuhkan daerah. Dengan kondisi ini, maka akan merusak tatanan sosial, ekonomi dan budaya daerah. “Harmoni religiusitas kita itu akan terganggu. Logikanya, terjadi proses ketidakadilan terhadap peran masyarakat setempat dan masyarakat adat,” kata anggota Komisi II DPR Januar Prihatin dalam diskusi berthema “Pilkada Serentak: Hidupkan Semangat Kebangsaan di Masa Pandemi” di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Oleh karena itu, kata anggota Fraksi PKB, partai politik harus mencegah tumbuhnya suasana seperti ini. Karena partai memegang peranan penting dalam membangun demokrasi. “Input awal soal calon kepala daerah, sudah pasti dari partai. Sehingga parpol menjadi filtrasi pada penyelenggara Pilkada,” tambahnya.

Lebih jauh kata Januar, parpol harus ketat melakukan seleksi dalam para calon kepala daerah. Kapitalisasi dalam Pilkada adalah cermin paling telanjang dari semangat anti kebangsaan. “Masyarakat tanpa sadar terserap oleh energi kapital, muncullah istilah wani piro, berani bayar berapa, jadi banyakan sekarang pilkada jadi kayak orang hajatan,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe meminta jangan sampai demokrasi ini hanya melahirkan orang-orang yang memiliki dana saja, karena para calon itu menggunakan panggung dan situasi untuk mempengaruhi masyarakat. “Masyarakat yang tidak berdaya dan tak memiliki dana, pasti akan menerima sesuatu, ya sudahlah lebih baik saya pilih yang bagi-bagi ini saja,” terangnya.

Namun Maksimus mengakui bahwa saat ini sudah menjadi fakta dan bukan rahasia umum lagi soal para pemodal. Maka, sebaiknya Pilkada 2020 ditunda, karena ada urgensi yang sangat mendesak. “Apalagi, masyarakat kita masih mengalami kesulitan hidup,” tegasnya. ***

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top