Pertanian

Animo Berkurban Tinggi, Anggia: Perketat Pemeriksaan dan Pengawasan Sapi dari PMK

Animo Berkurban Tinggi, Anggia: Perketat Pemeriksaan dan Pengawasan Sapi dari PMK
Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Ermarini/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM--Kalangan DPR mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperketat pemeriksaan dan pengawasan atas hewan kurban sapi terutama menjelang perayaan Idul Adha 1443 H. Hal ini menyusul adannya penyebaran penyakit mulut dan kuku.

Ditambah lagi dengan tingginya animo masyarakat untuk berkurban setelah selama dua tahun terkendala akibat wabah Covid-19. “Menurut Kementan sapi yang sakit masih aman, tapi saya meragukannya. Namun tetap harus waspada,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Anggia Ermarini usai Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang membahas soal Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) sapi di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (23/5/2022).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan meskipun Kementan menyatakan kondisi sapi untuk kurban Idul Adha aman, akan tetapi DPR tetap meminta tak boleh meremehkan PMK, makanya pengawasan tidak boleh lengah.

Pasalnya, Ketua Umum PP Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mengaku banyak usaha peternakan berskala kecil (UMKM) yang tidak terjangkau oleh tim Kementan. Bahkan cenderung abai dengan kesehatan ternak karena ingin menjual ternak mereka yang selama ini pasarannya sepi akibat terdampak Covid-19. “Karena itu pengawasannya harus benar-benar ketat dan sapi harus sehat serta layak dikonsumsi,” ujarnya.

Dia bahkan menyarankan agar Kementan melakukan semacam verifikasi kesehatan ternak atau label untuk penanda sapi-sapi yang sudah menjalani pemeriksaan sebelum dikonsumsi untuk kebutuhan hari raya kurban. Selain itu, masyarakat juga harus diingatkan bagian dari sapi yang tidak boleh dikonsumsi seperti lidah dan jeroan yang rawan penyakit untuk dikonsmusi.
“Bagian ini yang juga sulit untuk mengontrolnya dan ini masalah serius sehingga pengawasan harus betul-betul ketat,” ujarnya.

Dia mengingatkan menjangkit sejumlah hewan ternak di Indonesia tidak bisa dianggap enteng. Oleh karena itu, perlu langkah strategis untuk bisa melokalisir wabah tersebut mengingat penyebarannya yang sangat mudah dan cepat. “Bertahun-tahun sebenarnya Indonesia sudah bebas dari (PMK) itu dan tidak mudah untuk mencapai itu (bebas PMK).”

Ketua DPW PKB Sumatera Barat ini menegaskan bahwa Indonesia mempunya pengalaman buruk terkena wabah PMK dan triliun bahkan kerugiannya. “Nah, kalau dibiarkan atau kalau tidak ditangani secara serius tentu akan menjadi masalah yang sangat besar,” ujar Anggia.

Melihat penyebaran dan penularannya yang sangat mudah dan cepat, Anggia menilai lalu lintas ternak, peralatan dan segala macam turunannya perlu diawasi dengan ketat. Termasuk dengan memperhatikan bagaimana memperlakukan ternak yang terpapar dan segala macam yang berhubungan dengan ternak yang terpapar. ***

Penulis    : Iwan Damiri
Editor      : Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top