TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM – UMN Pictures kembali menoreh prestasi melalui film animasi pendek dua dimensi (2D) yang berjudul “Ahasveros”. Film ini membawa pulang Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021 untuk kategori “Film Animasi Pendek Terbaik” pada Rabu (17/11/2021).
Festival ini digelar di Jakarta Convention Center dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Sebelumnya “Ahasveros” telah mendapatkan pengumuman masuk nominasi lima besar pada Minggu bulan lalu (10/10/2021).
Animasi “Ahasveros” adalah cuplikan singkat kehidupan tragis penyair bohemian Chairil Anwar yang mulai terjerat oleh ketakutan akan kefanaan hidupnya di tengah salah satu periode yang paling meresahkan dalam sejarah Indonesia
Film animasi pendek “Ahasveros” dikerjakan oleh Alumni UMN Bobby Fernando sebagai Penulis, Sutradara, Animator, dan Editor. Bobby didukung oleh Yenna Mariana sebagai Background Artist, Diva Stevania sebagai pelukis, Dwi Atmoko Adi sebagai 3D modeller, Dira Nararyya sebagai Sound Designer, Elvaretta Tirta sebagai Composer dan Jeremiah Harvest sebagai Chairil Anwar.
Riset visual dikerjakan oleh Dosen Sejarah Film UMN, Salima Hakim. Sementara untuk gaya visual film ini dikerjakan oleh Dosen Animasi, Yohanes Merci. Film ini juga melibatkan Andrey Andoko sebagai Produser Eksekutif.
Alumni UMN Bobby Fernando menjelaskan,
Gaya dalam film ini terinspirasi oleh film noir yang menggunakan palet warna hitam putih dan juga aspect ratio 4:3 yang tidak eksklusif, namun kerap dikaitkan dengan periode tahun ’40-an dalam dunia perfilman. Masing-masing aspek ini sendiri pun tidak Bobby sertakan hanya sebagai keputusan style belaka, melainkan demi kepentingan tematik dan value naratif yang secara inheren dimiliki oleh elemen-elemen tersebut. Secara sekilas, inilah yang kemungkinan besar akan menjadi ciri khas “Ahasveros” yang membuatnya terlihat unik dari luar.
Sejak 2015 sampai 2021 Film Pendek Animasi UMN selalu hadir dalam daftar nominasi Film Animasi pendek Terbaik di FFI, kecuali 2017 UMN absen. Tetapi kemenangan baru bisa UMN dapatkan tahun 2021 ini setelah 6 tahun sebagai nominator. Kebanggan ini tidak hanya di ajang FFI 2021 dan bukan pencapaian pertama Ahasveros.
“Salah satu misi tim ini dalam membuat Ahasveros adalah untuk menciptakan sebuah karya animasi yang memiliki karakter, identitas, dan ide yang kuat, dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa animasi adalah sebuah medium storytelling yang bisa menjadi apapun. Dan Saya pastinya berharap misi tersebut dapat terus diaplikasikan ke karya-karya lain yang dihasilkan oleh perfilman UMN,” ujat Bobby.
Sementara, Kus Sudarsono selaku Kaprodi FTV UMN mengungkapkan, kemenangan film Ahasveros merupakan kebanggaan bagi Prodi Film UMN yang berkolaborasi dengan alumni UMN, dosen UMN, dan industri dalam bersinergi untuk kemajuan Prodi Film UMN.
Kemal Hasan sebagai Direktur UMN Pictures sekaligus produser dari Ahasveros menambahkan tantangan dari pembuatan film animasi pendek yang dibuat hampir satu tahun ini, yaitu bagaimana membuat kisah yang membumi dan bisa hadir sebagai potret yang puitik.
“Film ini dibuat dengan passion, karena mengerjakan sesuatu dengan senang akan membuat karya kita maksimal. Saya berharap untuk perfilman UMN kedepannya akan melahirkan kreator-kreator muda yang akan menggantikan generasi sebelumnya dan akan membuat bentuk yang makin kompetitif.***
Penulis. : A Rohman
Editor. : Chandra








