Perbankan

Sejak 2017-2023, AFPI: Agregat Pinjaman P2P Lending Rp601,41 Triliun

Sejak 2017-2023, AFPI: Agregat Pinjaman P2P Lending Rp601,41 Triliun
Iustrasi/Sumber Foto: Dok Bank Indonesia

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Industri keuangan Fintech mengungkapkan bahwa agregat pinjaman yang telah disalurkan oleh Peer-to-Peer (P2P) Lending mencapai Rp601,41 triliun per April 2023. Adapun outstanding pinjaman P2P Lending mencapai Rp50,5 triliun, dengan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) pada hari ke-90 berada di tingkat 97,18 persen. “Industri P2P ini sekarang sudah menyalurkan Rp601,41 triliun sejak 2017,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, di Jakarta, Selasa, (13/6/2023).

Lebih jauh Kuseryansyah menjelaskan bahwa penyaluran pinjaman tersebut berasal dari sebanyak 1,03 juta pemberi pinjaman yang terdiri atas pemberi pinjaman yang merupakan individual atau ritel, institusi perbankan, maupun nonperbankan. “Namun, pemberi pinjaman sejauh ini didominasi oleh individual,” paparnya.

Sementara itu, tercatat 111,2 juta peminjam hingga saat ini dan terdapat 102 perusahaan P2P Lending yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun hingga April 2023, outstanding pinjaman P2P Lending mencapai Rp50,5 triliun, dengan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) pada hari ke-90 berada di tingkat 97,18 persen.

Menurut Kuseryansyah, outsanding pinjaman tersebut kian menurun dari bulan Januari 2023 yang sebesar Rp18,73 triliun, bulan Februari 2023 senilai Rp18,22 triliun, serta bulan Maret 2023 sebanyak Rp19,73 triliun. Kendati demikian yang patut dicermati yakni TKB90 pada April 2023 yang juga ikut menurun sedikit dari 97,25 persen pada bulan Januari 2023, 97,31 persen pada bulan Februari 2023, dan 97,19 persen pada bulan Maret 2023.

Selain itu terdapat pula kenaikan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sebesar 0,5 persen pada bulan April 2023 dibanding April 2022, yang harus diperhatikan. “Apakah kenaikan NPL ini jelek? Tidak, kenaikan ini masih bisa diterima karena memang masih ada efek sisa dari pandemi COVID-19,” pungkasnya.***

Penulis   : Budiana
Editor     : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top