Nasional

Affandi Affan: Kepemimpinan PP Pemuda Muhammadiyah Tidak Bisa Diukur dari Gelar Akademik Semata

Affandi Affan: Kepemimpinan PP Pemuda Muhammadiyah Tidak Bisa Diukur dari Gelar Akademik Semata
tokoh muda Muhammadiyah Adv. Affandi Affan, SH, MH, CTA/foto: Istimewa

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM — Menjelang Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, dinamika arah kepemimpinan organisasi terus menjadi perhatian kader di berbagai daerah. Di tengah berkembangnya wacana mengenai pentingnya latar belakang akademik bagi calon Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, tokoh muda Muhammadiyah Adv. Affandi Affan, SH, MH, CTA menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi tidak dapat diukur hanya dari gelar akademik semata.

Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah sebagai organisasi kader dan gerakan dakwah harus tetap menjaga tradisi demokrasi kader yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada kualitas kepemimpinan secara menyeluruh. “Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi kader dan gerakan. Karena itu ukuran utama kepemimpinan bukan semata jenjang pendidikan, tetapi visi organisasi, rekam jejak perkaderan, kapasitas memimpin gerakan, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi umat dan bangsa,” ujar Affandi Affan.

Affandi menilai, penguatan kapasitas intelektual memang penting dalam menghadapi tantangan global dan dinamika kebangsaan yang semakin kompleks. Namun, menurutnya, jika ukuran kepemimpinan terlalu disederhanakan hanya pada gelar akademik tertentu, hal tersebut berpotensi mengerdilkan ruang demokrasi kader di lingkungan Pemuda Muhammadiyah.“Kita tentu mendukung tradisi keilmuan dan penguatan intelektualitas kader. Tetapi Pemuda Muhammadiyah juga harus menjaga semangat meritokrasi dan demokrasi organisasi agar tetap terbuka bagi seluruh kader terbaik yang memiliki dedikasi, pengalaman gerakan, dan kapasitas kepemimpinan,” lanjutnya.

Selain dikenal aktif dalam gerakan kepemudaan Muhammadiyah, Adv. Affandi Affan, SH, MH, CTA juga memiliki rekam jejak sebagai lawyer nasional. Ia pernah menjadi bagian dari tim kuasa hukum pengusaha nasional Bambang Trihatmodjo, kuasa hukum sejumlah figur publik nasional, Staf Ahli Hukum AJB Bumiputera 1912, serta saat ini dipercaya sebagai Tenaga Ahli Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah yang memiliki kemampuan advokasi kebangsaan, komunikasi lintas sektor, serta pemahaman terhadap dinamika sosial, hukum, dan politik nasional.

Menurut Affandi, Pemuda Muhammadiyah ke depan membutuhkan figur pemimpin yang mampu merawat persatuan kader, memperkuat sistem perkaderan, serta menghadirkan organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap kokoh menjaga nilai dakwah dan keummatan.“Yang paling penting adalah bagaimana menghadirkan kepemimpinan yang mampu membangun gerakan, memperkuat konsolidasi kader, menjaga marwah organisasi, dan membawa Pemuda Muhammadiyah semakin berpengaruh dalam kehidupan kebangsaan,” tegasnya.

Momentum Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali, menurut Affandi, harus menjadi titik awal penguatan Gerakan Konsolidasi Nasional kader muda Muhammadiyah menuju organisasi yang lebih solid, progresif, dan inklusif. Pentingnya membangun arah gerakan melalui semangat Kolaborasi Mencerahkan dalam Semangat Wasathiyah, yakni gerakan yang menempatkan nilai moderasi, persatuan, keilmuan, dan kepemimpinan kolektif sebagai fondasi utama organisasi. “Pemuda Muhammadiyah harus menjadi rumah besar kader-kader terbaik bangsa, kuat secara pemikiran, matang dalam gerakan, luas dalam pengabdian, dan mampu memenangkan peradaban,” pungkasnya.***

Penulis    :

BERITA POPULER

To Top