Nasional

Abai Soal Gigi dan Mulut, Orang Indonesia Beresiko Alami Dampak Kesehatan Jangka Panjang

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Di masa pandemi Covid-19, konsumsi asupan manis dan asam semakin meningkat. Sayangnya, hal ini tidak diiringi dengan peningkatan kebiasaan merawat gigi dan mulut, bahkan kebiasaan mengunjungi dokter gigi juga semakin menurun.

Survei terbaru yang dirilis hari ini oleh GSK Consumer Healthcare bekerjasama dengan perusahaan riset IPSOS, menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 berdampak terhadap kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Survei dilakukan kepada 4.500 partisipan yang berusia diatas 18 tahun dan berasal dari 5 Negara Eropa (Perancis, Jerman, Britania Raya, Spanyol, dan Rusia) dan 4 Negara Asia Tenggara (Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand). Berikut adalah beberapa temuan utama dari penelitian untuk konsumen Indonesia:

Keith Choy, Region Head, Asia Pacific, GSK Consumer Healthcare mengatakan  pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita beraktivitas sehari-hari dan merawat diri. Kami senang melihat semakin banyak masyarakat yang sudah sadar tentang dampak berkepanjangan dari tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut.  Namun, masih banyak yang harus kita lakukan. Perawatan gigi dan mulut dan yang baik dan teratur sangat penting untuk kesehatan dalam jangka panjang.”

“Sebagai ahli di bidang kesehatan gigi dan mulut, GSK Consumer Healthcare hadir membantu konsumen guna meningkatkan perawatan gigi dan mulut melalui kombinasi pemahaman unik terhadap kebutuhan konsumen dengan inovasi ilmiah. Kami berkomitmen untuk terus menemani perjalanan konsumen Indonesia menggapai kesehatan mulut, gigi, serta tubuh yang lebih baik,” katanya, Senin (22/3/2021).

Sementara itu, Prof. Dr. drg. Chiquita Prahasanti, Sp.Perio(K), Guru Besar Departemen Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga-Surabaya, Ketua Kolegium Periodonsia Indonesia menjelaskan,
perawatan gigi dan mulut akan mempengaruhi rasa percaya diri dan juga kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Beberapa perawatan bisa dilakukan secara mandiri, seperti: membatasi konsumsi gula tambahan kurang dari 6 sendok teh per hari; mengurangi konsumsi makanan asam; dan melakukan rutinitas perawatan diri sehari-hari misalnya penggunaan produk khusus saat menyikat gigi untuk merawat gigi sensitif.

“Meski demikian, peran ahli juga mutlak diperlukan sebab dokter gigi berperan dalam rutinitas perawatan mulut yang baik dan menyeluruh. Sekalipun di tengah pandemi dengan pembatasan aktivitas tatap muka di negara kita, peran dokter gigi dan pentingnya mengunjungi dokter gigi secara teratur tidak boleh diabaikan. Masyarakat dapat menggunakan pelayanan dokter gigi jarak jauh atau tele-dentistry untuk mendapatkan perawatan dari para ahli,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top