TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM– Universitas Multimedia Nusantara (UMN) telah melaksanakan sidang terbuka senat penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026.
Kegiatan itu rangkaian dari kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru UMN sebagai tanda dari awal perjalanan dan menyambut mahasiswa baru UMN saja, serta menyambut mahasiswa pertukaran pelajar di UMN dari Korea University of Media Arts, Korea Selatan dan NSUADA, Russia. Tahun ini sidang terbuka senat mengangkat tema Sustainable Future Starts With You : Menjadi Mahasiswa yang Peduli dan Berdampak. “Saya harap nantinya mahasiswa baru terus mengasah human skills kalian dengan berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Hal ini karena perkembangan teknologi yang kian pesat salah satunya Artificial Intelligence (AI) yang bisa menjadi disrupsi tapi juga bisa meningkatkan produktivitas manusia. Tidak perlu khawatir jika tergantikan oleh AI, karena nantinya perkembangan teknologi ini akan membuka lapangan kerja yang lebih banyak lagi”, pesan Dr. Ir. Andrey Andoko, M.Sc. selaku Rektor UMN dalam pembukaan Sidang Terbuka Senat 2025.
Andrey juga berpesan pada mahasiswa untuk turut aktif dalam kegiatan kampus dan berkolaborasi bersama. Hal ini agar bisa menghasilkan hal-hal baru yang bisa berdampak baik dan mengembangkan jiwa entrepreneurship mahasiswa, sehingga nantinya diharapkan mahasiswa bisa membuat ide-ide baru dan berdampak pada ekonomi berkelanjutan. “Komitmen UMN dalam pembangunan kampus berkelanjutan mulai dari kegiatan akademik dan non-akademik. UMN akan terus memberikan pendidikan yang excellence dan pengalaman belajar
yang aman, nyaman, dan menyenangkan serta membekali mahasiswa dengan nilai-nilai 5C (Caring, Credible, Competent, Competitive dan Customer Delight)”, tambah Andrey.
Sidang terbuka senat 2025 kali ini juga mengundang salah satu narasumber alumni Teknik Fisika 2016 UMN, Ananda Karuna Jaya. Pada kesempatan ini, Ananda yang saat ini berkarier sebagai
Project Manager PT. Narama Mandiri turut memaparkan materi terkait Sustainable Development Goals (SDGs) yang baginya SDGs tidak semata-mata hanya target dunia saat ini tapi juga menjadi jantung mahasiswa. “Dua dimensi dari sustainability pertama adalah sumber daya mempertahankan dengan bijak, dan kedua menghargai sesama makhluk hidup itulah sustainability”, papar Ananda.
Bagi Ananda sustainability adalah menggunakan sumber daya baik alam atau manusia dengan benar, sehingga tidak ada konflik jangka panjang antara generasi dimasa yang akan mendatang, menggunakan sumber daya dengan bijak tanpa mengorbankan masa depan.
Ananda juga mengatakan bahwa sustainability adalah tanggung jawab semua individu, tidak hanya instansi atau perusahaan saja. “Kalian sebagai mahasiswa tentu perlu menjadi agen perubahan dan menjadi mahasiswa berkelanjutan. Hal ini perlu dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, peduli dan sadar dengan diri sendiri baru kita bisa mempengaruhi sesama mahasiswa untuk melakukan hal-hal positif juga yang nantinya itu akan sustain”, tambah Ananda.***








