Market

Tuai Polemik, BURT DPR “Batalkan” Pengadaan Gorden Senilai Rp43,5 Miliar

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR  memutuskan untuk membatalkan, alias tidak melanjutkan pengadaan gorden, vitrase, dan blind untuk rumah dinas anggota DPR RI di Kalibata, Jakarta Selatan. Kebijakan ini untuk mengakhir polemik di masyarakat terkait pengadaan goden yang menelan biaya Rp43,5 Miliar.

Demikian dikatakan,  Ketua BURT DPR  Agung Budi Santoso dalam konferensi pers  yang juga dihadiri Wakil Ketua BURT Johan Budi, Novita Wijayanti, anggota BURT Andre Rosiade dan Sekjen DPR Indra Iskandar,  di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Tender  menjadi polemik usai DPR menetapkan PT Bertiga Mitra Solusi sebagai pemenang dengan nilai tawaran Rp43,5 miliar. “Kami baru saja rapat, kesimpulannya BURT memutuskan untuk tidak melanjutkan pelaksanaan pengadaan gorden, vitrase, dan blind rumah jabatan DPR Kalibata,” kata Agung.

Wakil Ketua BURT Johan Budi menegaskan   proyek gorden rumah dinas anggota DPR itu dibatalkan. “Pengadaan gorden untuk rumah jabatan tahun 2022 tidak dilanjutkan,” kata Wakil Ketua BURT Johan Budi.

Kebijakan pembatalan ini, kata mantan Jubir KPK, setelah BURT mendengar masukan dari berbagai pihak. “Misalnya, dari inspektorat dan Kesetjenan DPR,” ucapnya. Ditanya soal nasib gorden yang sudah dibeli oleh anggota DPR, apakah akan diganti.  Johan Budi mengatakan, soal itu akan ditanya pada anggaran tahun depan.”Soal itu nanti ditanyakan pada anggaran tahun depan,” ucapnya.

Untuk diketahui, tender gorden rumah dinas anggota DPR dimenangi oleh PT Bertiga Mitra Solusi, perusahaan yang menawarkan harga tertinggi sebesar Rp 43,5 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan kronologi pemenangan tender tersebut. Bahwa, gorden, vitrase, dan blind yang ada saat ini di RJA Kalibata dan RJA Ulujami merupakan hasil dari proses pengadaan atau lelang tahun anggaran 2010 sehingga perlu adanya pengadaan gorden baru. “Dengan demikian, usia atau masa pemakaiannya sudah 12 tahun sehingga sudah banyak yang lapuk dan rusak. Sejak tahun 2020, sudah banyak permintaan dari anggota Dewan kepada Kesetjenan untuk mengganti gorden, vitrase, dan blind di unit-unit RJA yang kondisinya sudah tidak layak,” kata Indra.

Lebih jauh Indra menjelaskan, banyak anggota dewan yang sebenarnya telah mengajukan penggantian gorden, vitrase, dan blind sejak 2020. ***
Penulis   : M Arpas
Editor     : Eko

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top