Jawa Timur

Tim Peneliti Unair: Senyawa Serai Bisa Jadi Obat Bersin Hingga Mata Gatal

Tim Peneliti Unair: Senyawa Serai Bisa Jadi Obat Bersin Hingga Mata Gatal
Daun Serei/Sumber Foto: Liputan6.com

SURABAYA, SUARAINVESTOR.COM-Tim Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berhasil menemukan senyawa metabolit sekunder serai berpotensi sebagai bahan baku obat anti-rhinitis alergi. Adapun tahapan penelitian dimulai dengan pemilihan dan preparasi ligan yang berasal dari metabolit tanaman serai menggunakan database KNAPSACK Family. “Rhinitis alergi merupakan reaksi alergi yang ditandai dengan gejala bersin, hidung tersumbat, dan mata gatal,” kata Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Junaidi Khotib di Surabaya, Jumat (24/3/2023).

Lebih jauh Prof Junaidi menjelaskan dari proses tersebut, diperoleh sebanyak tujuh metabolit sekunder serai yaitu citronellal, citral, lonicerin, (Z)-citral, (E)-citral, swertiajaponin, dan orientin. Adapun ketujuh metabolit sekunder serai itu, lanjutnya, menunjukkan profil toksisitas yang baik setelah diuji menggunakan pkCSM online tool.

Seluruh proses, dilakukan dengan metode in silico seperti penentuan protein target hingga penambatan molekul. “Metode in silico adalah simulasi pada komputer, jadi ada struktur reseptor dan struktur antigen, dia berikatan menimbulkan alergi. Kalau berbagai senyawa yang kita eksplorasi kita gunakan untuk ngeblok bisa, maka tidak alergi dan sebaliknya,” ungkap Ketua Investor.

Hasil riset menemukan ada dua dari tujuh metabolit sekunder serai yakni swertiajaponin dan orientin berpotensi untuk obat anti-rhinitis alergi. Kedua metabolit sekunder itu menghasilkan interaksi yang baik dengan protein JAK1, tetapi tidak pada protein JAK2, JAK3, dan TYK2. “Kami ingin mengembangkan apakah dari tanaman itu bisa kita kembangkan untuk alergi. Kita lakukan identifikasi pada senyawa serai, kemudian kita lakukan elusidasi struktur yaitu bagaimana titik tangkap reseptor untuk alergi dalam tubuh kita,” kata pakar farmakologi molekuler tersebut.

Selama proses penelitian berlangsung tidak mengalami hambatan. Keberhasilan riset ini, lanjutnnya, didukung kelengkapan fasilitas milik fakultas dengan adanya teaching industry yang terintegrasi di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) Unair.

Dekan Fakultas Farmasi Unair itu berharap inovasi ini dapat menjadi rujukan bahwa tanaman serai tidak hanya bermanfaat sebagai aromatik, namun juga bisa mengatasi penyakit rhinitis alergi. Sehingga inovasi tersebut membawa angin segar dalam pengembangan obat medis. “Tentu kita harapkan ini bisa sebagai upaya untuk melindungi keilmuan terkait dengan penggunaan serai untuk anti alergi. Selain serai sudah memberikan manfaat yang banyak untuk aromatik dan anti nyamuk, tentu ini akan memberikan kebaikan kepada masyarakat,” paparnya lagi.

Temuan tersebut telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa hak paten pada Agustus 2022.

Sebelumnya, Laman Medical Daily mencatat, bahwa tanaman serai ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang membantu melindungi Anda dari penyakit. Dengan menambahkan serai atau sereh ke dalam pola makan Anda bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Faktanya, beberapa penelitian di masa lalu bahkan menunjukkan serai dapat menghentikan kerusakan gigi dengan melawan bakteri penyebabnya.Selain itu, serai juga dipercaya dapat memperlancar pencernaan sekaligus membantu menstimulasi laju metabolisme tubuh. Tanaman ini bisa sebagai diuretik alami, mengeluarkan racun dari tubuh Anda dalam bentuk urin,

Salah satu bahan makanan nabati ini bagian daun dan minyaknya sering digunakan untuk membuat obat. Tetapi, Anda tak perlu mengubahnya menjadi obat agar Anda dapat menuai manfaatnya. Serai bisa ditemukan dalam masakan, salah satunya yang berasal dari Thailand, lalu digunakan dalam membuat teh herbal. Selain itu, serai juga digunakan dalam membuat sup, olahan nonvegetarian, sebagai penyedap rasa dan seringkali disukai orang-orang.***

Penulis : Budiana
Editor : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top