Market

Telan Rp5,6 Triliun, Sondang: Evaluasi Program Kartu Prakerja

Sondang Tampubolon/suarainvestor.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR Sondang Tiar Debora Tampubolon meminta pemerintah meninjau ulang soal program Kartu Prakerja yang menyedot dana Rp5,5 Triliun. Alasannya dalam situasi sekarang dinilai tidak efektif. “Kartu Pra Kerja lebih baik di evaluasi ulang programnya,” katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Menurut Sondang, Ide awal penyelenggaran Kartu Pra Kerja ini sebenarnya cukup bagus. Karena salah satu tujuannya, untuk menaikan tingkat kompetensi SDM Indonesia. Dengan cara itu, maka akan berakibat menaikan indeks pembangunan manusia. “Jadi ini, karena anggarannya sangat besar sekali, maka kita berharap output & outcome nya juga besar,” terangnya.

Namun, kata anggota Fraksi PDIP ini, tidak mungkin saat ini melakukan pelatihan/up grade skill dalam situasi Pandemi seperti ini. “Dalam situasi covid 19 ini pemerintah harus mengelola anggaran keuangan negara dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Sondang lagi, pemerintah harus lebih hati-hati dalam mengelola dana yang cukup besar ini. “Jangan sampai ini jadi bancakan bersama. Kalau tidak, Pandemi Covid-19 akan berubah menjadi krisis ekonomi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan anggaran sebesar Rp5,6 triliun dalam Kartu Prakerja itu bukan hanya untuk pelatihan onlineselama pandemi virus corona (Covid-19). Pelatihan offline juga akan tetap dilakukan meski pandemi Covid-19 berakhir. “Prakerja tetap ada pelatihan yang online dan offline. Tentu tidak benar seluruhnya Rp5,6 triliun hanya diberikan pada mereka yang bekerja atau belajar online,” katanya di Rabu (22/4/2020).

Pemerintah telah menambah anggaran Kartu Prakerja yang mulanya Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Anggaran itu digunakan untuk memberikan insentif kepada penerima Kartu Prakerja yang masing-masing nominalnya Rp3,55 juta per orang.

Sebanyak Rp1 juta akan digunakan untuk program pelatihan. Sementara, sisanya akan diberikan kepada penerima Kartu Prakerja secara bertahap setelah program pelatihan selesai. “Kartu Prakerja menjadi jaring pengaman sosial untuk mereka kehilangan pekerjaan,” ucap Airlangga.

Airlangga menuturkan, Kartu Prakerja saat ini diprioritaskan bagi mereka yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas covid-19. Program ini merupakan bagian dari program jaring pengaman sosial yang bersifat sementara. “Jadi setelah recovery, nanti para pekerja mendapat skill tambahan,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top