JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Kalangan DPR mengapresiasi kinerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan membagikan dividen BUMN tahun 2022 kepada negara sebesar Rp80,2 triliun. Tentu saja,
dividen sebesar Rp80,2 triliun kabar yang sangat menggembirakan, artinya BUMN tumbuh positif. “BUMN juga berperan menjaga keseimbangan ekonomi dengan mengintervensi pasar ketika terjadi kelangkaan komoditas dan gejolak harga di pasar,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi di Jakarta, Sabtu (6/5/2023).
Lebih jauh Anggota Fraksi PAN itu menjelaskan bahwa Indonesia sempat mengalami fluktuasi karena pandemi COVID-19, tetapi perlahan dan pasti, pertumbuhan ekonomi nasional terus membaik.
Ketua umum Perempuan PAN itu menambahkan bahwa dividen BUMN berkontribusi terhadap APBN. BUMN juga berperan sebagai fungsi fiskal sehingga diharapkan secara efektif dalam mendukung program-program pemerintah dan berperan besar dalam mendorong pertumbuhan makro ekonomi.
Dia juga menyarankan kementerian BUMN perlu melakukan terobosan, untuk mendongkrak kinerja perseroan. Selain itu, sudah menjadi keharusan Kementerian BUMN memberikan sumbangsih yang besar bagi negara. “Kami berharap kinerja BUMN yang sudah baik terus dijaga dan dilanjutkan, sehingga semakin banyak program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” harapnya.
Dia berpesan agar Kementerian BUMN yang menjadi mitra Komisi VI DPR, perlu melakukan pembenahan pada perusahaan perusahaan BUMN yang kinerja nya kurang baik.
Diketahui, laba bersih BUMN naik signifikan tahun ini. Menteri BUMN Erick Thohir memperkirakan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp303,7 triliun (unaudited) pada 2022. Dengan demikian, terdapat kemungkinan peningkatan laba yang sangat signifikan sebesar Rp179 triliun.
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga memperkirakan peningkatan aset dari Rp8.978 triliun pada 2021 menjadi Rp9.867 triliun (unaudited) pada 2022. Diperkirakan juga ada peningkatan ekuitas dari Rp2.778 triliun pada 2021 menjadi Rp3.150 triliun (unaudited) pada 2022. Berikut kenaikan pendapatan dari Rp2.292 triliun pada 2021 menjadi Rp2.613 triliun (unaudited) pada 2022.
Kata Erick, peran penting BUMN dalam kontribusi kepada negara melalui dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Hal yang sangat menggembirakan adalah transformasi BUMN yang sudah didorong hampir mencapai 70–75 persen, yang berarti tinggal 25 persen lagi,” tutur Erick.***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








