Perbankan

Tawaran Dari SMS-WA, OJK Minta Masyarakat Blokir Pinjol illegal

Tawaran Dari SMS-WA, OJK Minta Masyarakat Blokir Pinjol illegal
Ilustrasi

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Masyarakat diminta segera memblokir berbagai tawaran pinjaman online illegal yang masuk melalui SMS dan WhatsApp (WA). Karena biasanya pinjol ilegal itu menawarkan pinjaman cepat tanpa agunan apapun, sehingga menggiurkan, jadi harus waspada

“Jika menerima SMS atau WhatsApp penawaran pinjol ilegal langsung hapus dan blokir nomor tersebut,” kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Polri terus melakukan pemberantasan pinjaman online (pinjol) ilegal. Namun demikian, masih banyak masyarakat terjerat pinjol ilegal.

Diakui Jarot, tidak sedikit masyarakat yang belum bisa membedakan
fintech lending legal terdaftar di OJK dengan pinjol ilegal.

Menurut Djarot, salah satu ciri utama pinjol ilegal yaitu menawarkan pinjaman melalui SMS atau pesan WhatsApp. Pasalnya, fintech lending legal dilarang melakukan pemasaran produk melalui kedua media tersebut. “Penawaran pinjaman via SMS atau WhatsApp adalah ciri pinjol ilegal. Abaikan dan hapus segera,” ujarnya.

Sekar menjelaskan, pinjol yang terdaftar dan berizin di OJK tidak diperbolehkan menawarkan pinjaman melalui saluran komunikasi pribadi, baik SMS atau pesan instan pribadi tanpa persetujuan konsumen.

Ia pun membeberkan sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan masyarakat apabila menerima tawaran pinjaman lewat SMS ataupun WhatsApp.
“Jangan klik tautan atau menghubungi kontak yang ada pada SMS atau WhatsApp penawaran pinjol ilegal,” ujarnya.

Terakhir, Sekar meminta masyarakat untuk selalu cek legalitas pinjol ke OJK sebelum mengajukan pinjaman.

Informasi pinjol legal dapat diakses melalui kontak OJK di nomor 157, kontak WhatsApp nomor 081157157157, email konsumen @ojk.go.id, dan website www.ojk.go.id.

Sebagai informasi, sampai saat ini OJK dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah memberantas 3.194 pinjol ilegal. ***

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top