Investasi

Soal Pembangunan IKN, Hetifah: Investor Pariwisata Diyakini Bakal Tertarik

Soal Pembangunan IKN, Hetifah: Investor Pariwisata Diyakini Bakal Tertarik
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian Menjelaskan Soal Draft Ibu Kota Negara/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan investor dipastikan akan tertarik untuk terlibat dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Baik itu, pengembangan transportasi publik yang modern maupun sektor industri pariwisata dan lain-lainnya. “Memang butuh biaya yang tidak sedikit untuk membangun sistem transportasi dalam IKN, karena mobilitas dalam IKN harus cepat dan tepat,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian dalam diskusi “Quo Vadis RUU Ibu Kota Negara” bersama Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna di Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Malah Hetifah membeberkan keberadaan Bandara Balikpapan yang merupakan ketiga terbaik di Indonesia. Bahkan dibandingkan dengan Bandara Kualanamu, Medan jauh lebih baik Bandara Balikpapan. “Jarak tempuh Jakarta ke Balikpapan hanya sekitar 2 jam. Fasilitas yang disediakan menuju Balikpapan lebih banyak, modern dan cepat,” ungkap.

Yang jelas, Politisi Golkar ini mendukung kebijakan rencana pemindahan IKN. Karena sudah dibahas berkali-kali. Bahkan ini merupakan kesempatan dan momentum pemulihan ekonomi paska pandemi. “Ini merupakan investasi yang brilian untuk melakukan economic jump di Indonesia, supaya bisa ke luar dari efek pandemi lebih cepat,” jelasnya.

Terkait soal strategi pariwisata, Hetifah tak membantah bahwa selama ini Malaysia menjadi primadona dari pariwisata kesehatan untuk orang Indonesia. “Banyak orang Indonesia yang mencari pengobatan, atau meningkatkan kesehatan dan kebugaran di negara tetangga. Karena itu, kita mencoba membangun kesehatan yang lebih modern,” paparnya.

Sementara itu, Pengamat Tata Kota Univerisitas Trisakti, Yayat Supriatna mengingatkan bahwa aktifitas IKN tersebut hanya pada ramai pada siang. Namun akan sepi pada malam hari. “Sehingga hal ini perlu dipikirkan oleh pemerintah. Akibatnya, orang lebih memilih tinggal ke Balikpapan ketimbang di IKN,” ungkapnya.

Diakui Yayat, mayoritas orang Indonesia yang cukup kaya mencari wisata kesehatan ke luar negeri, seperti Singapura, Penang (Malaysia), Cina dan Jepang. “Nah, karena itu harus dibangun Rumah Sakit berfasilitas internasional dengan pelayan berkualitas tinggi dan biaya murah. Ini akan menjadi daya tarik sendiri,” pungkasnya. ***

Penulis : Iwan Damiri

Editor   : Chandra

BERITA POPULER

To Top