Nasional

Salahi Amanat Konstitusi, BUMN Dinilai Kapitalisasi Negara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 Fahri Hamzah mengungkapkan saat ini pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hanya fokus ingin melakukan bisnis saja, sehingga timbul sebutan Kapitalisme Negara melalui BUMN.

Indikasinya adalah negara melalui perusahaan negara ingin berbisnis dengan cara menghadirkan ribuan anak perusahaan, sehingga timbul kesan ada keinginan mengalahkan rakyat dengan bisnis yang dihadirkan tersebut.

“Makanya mereka tumbuhkan ribuan anak perusahaan itu karena mau berkompeteisi dengan rakyat. Nah itu sudah tidak benar,” ucap Fahri Hamzah dihubungi wartawan, Senin (20/1/2020).

Padahal, menurut mantan Wakil Rakyat dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, tugas BUMN sebenarnya adalah menguasai sumber daya alam dan menguasai sektor produksi yang penting, bukan memonopoli bisnis untuk cari keuntungan. “Itu keliru,” tegasnya.

Dengan demikian, tidak salah apabila publik menilai bahwa Badan Usaha Milik Negara saat ini hanya fokus pada bisnis semata. Sehingga kesan yang muncul selanjutnya adalah BUMN kini berkompetisi dengan rakyat.

“Jika BUMN terus melakukan hal tersebut, yang terjadi adalah kapitalisme negara,” kata Fahri.

Kritik mengenai tugas dan peran perusahaan ‘plat merah’ milik pemerintah tersebut menjadi perhatian Fahri karena pengelolaan BUMN saat ini dinilai salah memahami konsep dalam menjalankan amanat konstitusi.

Fahri berpandangan seharusnya, bila merujuk pada UUD pasal 33, tugas dan peran BUMN yakni ada dua, yakni kuasai Sumber Daya Alam (SDA) dan kuasai sektor produksi yang penting.

“Dua poin penting itu harus dilaksanakan oleh pelaku BUMN dengan dasar untuk kepentingan rakyat, kesejahteraan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadi. Jadi kalau ada orang yang mengejar keuntungan di BUMN, hal tersebut adalah sumber kekeliruan,” ucap yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia.(**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top