Pertanian

Ravindra: Startup Sektor Pertanian Pacu Swasembada Pangan

Ravindra: Startup Sektor Pertanian Pacu Swasembada Pangan
Anggota Komisi IV DPR Ravindra Hartarto/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi IV DPR Ravindra Hartarto mendukung penuh lahirnya startup-startup sektor pertanian dan perkebunan. Hal ini sekaligus untuk mendorong Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam hal pangan, alias swasembada pangan. “Dengan kemandirian pangan, berarti tidak hanya pada swasembada beras saja, namun meluas kepada komoditi pangan lainnya,” katanya kepada suarainvestor.com, Jumat (19/8/2020).

Lebih jauh Vindra sapaan akrabnya menambahkan kemandirian pangan sangat penting bagi Indonesia, apalagi saat ini banyak negara mengalami krisisi pangan. Akibat dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Namun demikian, kata Alumnus John Hopkins University, AS, startup-startup pertanian ini memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap.”Terutama dengan BMKG, sehingga para petani bisa memperkirakan kapan bisa menanam dengan waktu yang tepat,” ujarnya lagi.

Politisi muda Partai Golkar ini optimis startup pertanian menjadi salah satu mesin pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi, berdasarkan laporan Bank Indonesia bahwa ekonomi digital ini menjadi penyelamat ekonomi Indonesi selama pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato RAPBN 2023 menyinggung persoalan jumlah terkini perusahaan rintisan digital atau startup yang sudah mencapai level decacorn dan unicorn. Dalam pidatonya tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa digitalisasi ekonomi telah melahirkan dua decacorn dan sembilan unicorn, sehingga perlu dikembangkan agar bisa membantu pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Karena itu, sektor UMKM harus dibimbing dan diperhatikan agar bisa naik kelas.

Seperti diketahui, startup decacorn sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan perusahaan rintisan yang memiliki valuasi di atas USD 10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun. Sedangkan, istilah unicorn digunakan untuk menyebut startup yang valuasinya di atas USD 1 miliar atau Rp14 triliun.

Sebagai informasi, salah satu perusahaan terkenal di Indonesia, Gojek, sudah lebih dahulu menyandang status sebagai startup decacorn sebelum melebur dengan Tokopedia. Sedangkan Tokopedia sendiri sudah meraih gelar unicorn. Keduanya melebur dan membentuk induk perusahan GoTo. Disebutkan juga bahwa ada perusahaan yang bergerak di bidang logistik bernama J&T Express yang saat ini sudah memiliki valuasi sekitar USD 20 miliar.

Diketahui, sebelum Covid-19 menjadi pandemi di Indonesia, perusahaan yang tergolong unicorn adalah Traveloka, Ovo, dan Bukalapak. Namun, di masa pandemi, jumlah startup unicorn di Indonesia terus berkembang hingga ada perusahaan e-Commerce Blibli dan perusahaan online travel agent Tiket.com menyusul di tingkat unicron.

Berikut daftar Startup Decacorn: GoTo dan J&T Express, sementara Startup Unicorn: Ajaib, Traveloka, Ovo, Tiket.com, JD.ID, Bukalapak, Kopi Kenangan,
Blibli dan Xendit. ***

Penulis   : Eko
Editor     : Eko

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top