Nasional

PPEKRAF Gelar Refleksi Hari Ibu dan Doa Bersama untuk Bencana Sumatra

PPEKRAF Gelar Refleksi Hari Ibu dan Doa Bersama untuk Bencana Sumatra
Ketua umum PPEKRAF, Tgk Nurliyana Habsjah Sapuan memimpin doa bersama/Foto: Istimewa

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) menggelar kegiatan Refleksi Hari Ibu dan Doa Bersama untuk Bencana Sumatra sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana alam di berbagai wilayah Sumatra.

PPEKRAF Gelar Refleksi Hari Ibu dan Doa Bersama untuk Bencana Sumatra

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bahwa Hari Ibu bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan pengingat akan peran strategis perempuan—khususnya para ibu—dalam menjaga ketahanan keluarga, nilai kemanusiaan, dan semangat gotong royong di tengah situasi krisis.

Ketua Umum PPEKRAF, Hj. Tengku Nurliyana Habsyah, menegaskan bahwa empati dan kepedulian sosial harus terus dirawat, terutama saat bangsa menghadapi duka akibat bencana. “Hari Ibu adalah momentum untuk meneguhkan nilai kasih, kepedulian, dan ketangguhan perempuan. Melalui doa bersama ini, kami menyampaikan empati dan harapan bagi saudara-saudara kita di Sumatra,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal PPEKRAF, Hj. Anisa Rahmawati, menambahkan bahwa doa bersama ini merupakan bagian dari komitmen PPEKRAF dalam mengintegrasikan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
“Doa adalah ikhtiar batin yang juga harus diiringi kepedulian nyata. PPEKRAF mendorong agar semangat Hari Ibu diwujudkan dalam solidaritas sosial dan dukungan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, PPEKRAF mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong, mendoakan, serta memperkuat kepedulian sosial sebagai fondasi pemulihan pascabencana.

Tentang PPEKRAF
Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) adalah organisasi yang berfokus pada penguatan pendidikan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan perempuan untuk pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.***

BERITA POPULER

To Top