JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Menteri BUMN Erick Thohir mengaku dari 8 perusahaan pelat merah yang diajukan ke Kemenkeu untuk mendapatkan PMN ternyata yang baru cair hanya PT Hutama Karya (Persero) senilai Rp 6,2 triliun. Padahal Hutama Karya diusulkan mendapat suntikan Rp 15,2 triliun karena adanya tambahan Rp9 triliun dipertengahan tahun. “Kami melaporkan, sampai hari ini yang sudah cair itu Rp6,2 triliun untuk Hutama Karya, yang lainnya masih proses,” katanya rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI yang dipimpin Ario Bimo dari Fraksi PDIP, di Jakarta, Senin (20/8/2021).
Sementara tujuh BUMN lain yang menunggu pencairan PMN pada 2021, antara lain PT Pelindo III (Persero) senilai Rp 1,2 triliun, lalu PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) Rp 470 miliar. Kemudian PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau KIW senilai Rp 977 miliar, PT PAL Indonesia (Persero) Rp 1,28 triliun, PT PLN (Persero) Rp 5 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Rp 7,9 triliun, serta IFG BPUI Rp 20 triliun. Khusus untuk IFG dan Waskita Karya, PMN yang diberikan bakal digunakan untuk restrukturisasi. IFG akan restrukturisasi untuk penyelamatan Jiwasraya, sementara Waskita Karya restrukturisasi untuk utang perseoran, modal kerja, dan investasi jalan tol.

Sedangkan, pada BUMN lainnya dana PMN yang diberikan akan digunakan untuk penugasan proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, kawasan industri terpadu, hingga membangun listrik di desa. “Jadi PMN ini sebagian besar memang untuk penugasan dan sebagian restrukturisasi,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengajukan delapan BUMN ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapat suntikan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) di tahun ini. Total alokasi anggaran untuk PMN di 2021 mencapai Rp 52 triliun, termasuk di dalamnya usulan tambahan PMN senilai Rp 16,9 triliun yang masuk di pertengahan tahun ini. ***








