Perbankan

Pinjol Ilegal Marak, Najib: OJK Gagal Edukasi Warga Soal Bankable

Ahmad Najib Qodratullah/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Maraknya kemunculan pinjaman online (pinjol) illegal karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi. Artinya, sepanjang ada pasar yang potensial maka Pinjol akan selalu terus ada. “Saya anggap OJK telah gagal mengedukasi masyarakat dalam hal membuat mereka bankable,” kata Anggota Komisi XI DPR  Ahmad Najib Qodratullah kepada suarainvestor.com, di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Lebih jauh Anggota Fraksi PAN ini mengungkap selama ini masyarakat kecil sulit mengakses perbankan.
Hal ini terjadi karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat saat mengajukan kredit. “Justru berbanding sebaliknya dengan Pinjol-Pinjol ilegal yang menawarkan kemudahan,” ujarnya lagi.

Bahkan Legislator dari Dapil Jabar II mengkritik peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tak maksimal. “OJK juga tidak berupaya memberikan regulasi yang sederhana dalam hal aturan kemudahan kredit, sehingga akhirnya kalah bersaing dengan Pinjol atau bank keliling,” tambahnya.

Saat ditanya tingginya transaksi penyaluran pinjaman melalui Pinjol legal yang sudah terdaftar di OJK, Najib menegaskan bahwa masalahnya bukan kepercayaan terhadap perbankan menurun tetapi soal kemudahan dan akses dalam pengajuan pinjaman.

Sebelumnya, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Jarot mengatakan saat ini terdapat 106 pinjaman online dan berizin di OJK hingga Oktober 2021. Bahkan total penyaluran pinjaman dana secara nasional mencapai Rp249,93 Triliun dan nilai standing loannya mencapai Rp26 Triliun hingga Agustus 2021. “Ini sudah disalurkan kepada 68,4 juta penerima pinjaman dan dilaksanakan dari 749175 identitas pemberi pinjaman atau leader,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata Sekar, pinjaman online yang legal ini telah memberikan kontribusi dalam peningkatan akses pendanaan kepada masyarakat. Namun, diakui Sekar, ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan menyalahgunakan serta memanfaatkan penawar pinjol ini dalam bentuk tindak pidana kejahatan dengan melakukan kejahatan pinjaman online ilegal. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor  : Kamsari

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top