Headline

Ciri Pinjol Ilegal, Najib: Akses Mudah, Tapi Jaminan Hukum Rendah

Ahmad Najib Qodratullah/Foto: Anjasmara

BANDUNG, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi XI DPR, Ahmad Najib Qodratullah meminta masyarakat tidak mudah tergoda dan terbujuk rayu dengan tawaran pinjaman online (Pinjol) ilegal. Karena resikonya cukup tinggi dan faktor keamanannya tidak bisa diandalkan. “Pinjol itu mudah dalam hal akses, namun rendah dalam hal jaminan hukum,” katanya kepada suarainvestor.com, Sabtu (23/10/2021).

Politisi PAN ini menjelaskan dalam perjanjian dengan Pinjol ilegal biasanya masyarakat ditempatkan kepada resiko yang sangat tinggi dan berbahaya, akibat praktik riba dan tidak adanya perlindungan hukum.

Disinggung mengapa bank-bank BUMN tidak membuka praktek Pinjol legal, Najib mengatakan perbankan itu lembaga resmi, memiliki badan hukum dan mengikuti aturan-pedoman teknis perbankan serta memiliki jaminan kepastian hukum. “Jadi ada aturan dimana tidak bersifat riba, memiliki badan hukum dan tunduk dalam aturan teknis perbankan yang diatur oleh OJK. Jadi, saya rasa tidak bisa dibandingkan antara pinjol dan perbankan,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (SWI OJK), Tongam Lumban Tobing, menegaskan bahwa pihaknya mendukung pernyataan yang disampaikan Mahfud MD terkait penolakan membayar cicilan utang kepada pinjol ilegal. “Bahwa statement (pernyataan) Pak Menteri (Mahfud MD) bahwa masyarakat tidak usah membayar (cicilan utang plus bunga) juga merupakan bagian dari pemberantasan pinjol ilegal,” kata Tongam dikutip dari siaran Live Streaming Kompas.TV, Kamis (21/10/2021).

Ia bilang, pernyataan yang disampaikan Mahfud MD tersebut akan berdampak sangat luas di masyarakat, terutama mereka yang sudah terlanjur berutang pada pinjol ilegal.

Menurutnya, operasional pinjol ilegal sangat bergantung pada perputaran uang yang dipinjamkan ke masyarakat. Dengan penolakan masyarat membayar cicilan, maka akan menekan keuangan perusahaan pinjol ilegal. “Bahwa dampak semakin berkurangnya pinjol ilegal karena ada asumsi dari masyarakat bahwa meminjam di sana nggak usah bayar. Jadi ini salah satu cara efektif,” jelas Tongam. ***

Penulis. : Iwan Damiri
Editor    ;  Chandra

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top