JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM—Lain Daud Yordan, lain pula bintang tinju Manny Pacquiao dari Filipina, meskipun keduanya sama-sama berkarir sebagai anggota parlemen sekaligus penyandang beberapa gelar juara dunia olah raga tinju. Hanya saja, sebagai petinju, kini Pacquiao telah pensiun dari anggota parlemen Filipina. Langkah itu dipilihnya sebelum mencalon diri untuk menjadi presiden Filipina pada tahun 2022. Meskipun kalah dari lawannya, Ferdinand Marcos Jr, pria dengan alias Pacman itu tetap bersemangat untuk menginspirasi generasi muda petinju Filipina.
Sedangkan Daud Yordan, selain menjadi Senator atau Anggota DPD dari Kalimantan Barat, kini masih aktif sebagai petinju. Bahkan petinju kebanggaan Indonesia itu akan menghadapi George Kambosos pada pertarungan yang akan digelar 22 Maret 2025 di Qudos Bank Arena, Sydney, Australia. Dari data boxrec, George Kambosos Jr bukan petinju kaleng-kaleng di arena tinju dunia.
Dia adalah eks juara dunia kelas ringan dengan menaklukkan Teofimo Lopez. Akan tetapi Senator Daud Yordan pun, yang akrab dipanggil Cino, tidak menganggap usianya 37 tahun sebagai penghalang untuk memukul KO George Kambosos Jr. Maklum, Cino telah membuktikan kekuatannya ketika mengalahkan Hernan Leandro Carrizo akhir tahun lalu. “George Kambosos bukan siapa-siapa, aku akan memukul KO dia, bisa di ronde awal bisa di ronde akhir. Pokoknya secepatnya,” sesumbar Daud Yordan dalam sebuah konferensi pers bersama Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad dan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Nadjamudin di Gedung Parlemen, Kamis, (20/2/2025).
Pertarungan Daud Yordan vs George Kambosos Jr merupakan duel yang tertunda tujuh tahun. Awalnya, duel Daud Yordan vs George Kambosos direncanakan tahun 2018. Namun, Daud Yordan lebih memilih duel Anthony Crolla di Manchester, Inggris. Sedangkan George Kambosos Jr mendapat kesempatan menantang Teofimo Lopez dalam perebutan gelar kelas ringan WBA, WBO, IBO, IBF.
Kembali ke soal perbandingan profil kedua petinju, agaknya kedua petinju yang terpaut usia sembilan tahun itu punya selera politik yang berbeda. Kalau sang Pacman dengan tegas menyatakan intensinya jadi calon presiden, dan langkah itu telah dilalunya meski kalah dari Marcos, Daud Yordan mengaku belum terpikirkan untuk masuk ke wilayah pertarungan politik kelas tinggi tersebut. “Saya belum berpikir ke arah itu,” ujarnya singkat ketika SUARAINVESTOR bertanya apakah dia akan maju untuk pencalonan presiden 2029 seperti yang dilakukan Pacman pada 1922.***
Penulis : John Andhi Oktaveri
Editor : John Andhi Oktaveri








