Market

Pemerintah Pertimbangkan Tax Amnesty Jilid II

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM-Pemerintah merencanakan menggelar tax amnesty jilid II setelah menerapkan kebijakan itu pada Juli 2016 hingga Desember 2017. Namun hal ini masih dalam kajian termasuk soal untung ruginya. “Ya sekarang kami timbang dulu semuanya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui di Kantor Kadin, Jakarta, Jumat, (2/7/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, rencana tersebut merupakan salah satu kajian paket reformasi pajak yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. “Kami akan lihat situasi yang memungkinkan,” ujarnya.

Pertimbangan untuk menetapkan tax amnesty jilid II ini berasal dari Sri Mulyani yang mendapat banyak cerita dari para pengusaha tentang penyesalan mereka karena tidak memanfaatkan program pengampunan pajak yang diadakan oleh pemerintah sekitar tiga tahun lalu. “Mereka meminta pemerintah menggelar tax amnesty lagi dan saat ini saya sedang menimbang suara itu,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan yang matang sangat diperlukan mengingat partisipasi dalam program tax amnesty pertama sangat rendah, yaitu hanya sekitar 1 juta wajib pajak (WP), sangat jauh dari ekspektasi pemerintah sehingga pemasukan negara tidak banyak.

Sri Mulyani menjelaskan, pada program tax amnesty pertama pemerintah masih kurang persiapan seperti data yang tidak lengkap serta belum ada sistem keterbukaan dan pertukaran informasi. “Dulu saya belum tahu persis data-data mereka (WP), kalau sekarang sudah ada Automatic Exchange of Information (AEoI),” katanya.

Ia melanjutkan, dengan sudah adanya pelaksanaan sistem keterbukaan dan pertukaran informasi yang bekerja sama dengan sekitar 90 negara, saat ini pemerintah bisa dengan mudah melacak aset yang dimiliki oleh WP. “Sudah ada akses informasi jadi semua lembaga sudah melaporkan tax kami, insurance juga lapor. Artinya sekarang kebutuhan itu sudah terjadi sehingga muncul aspirasi ingin tax amnesty lagi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pertimbangan tax amnesty jilid II dilakukan sebagai upaya dalam memperbaiki pembangunan di Indonesia. “Karena kan pajak yang diambil itu untuk spend lagi buat ekonomi keluarga miskin, infrastruktur, dan sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, jika Indonesia mampu melakukan pembangunan yang lebih baik dalam berbagai aspek juga akan menarik banyak investor.“Kalau semua baik pasti pengusaha lihatnya ekonomi kita tumbuh,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top