JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menyatakan Panitia Khusus (Pansus) Papua secara resmi mulai bekerja dengan fokus pada masalah keamanan dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ketua Pansus Papua sekaligus Wakil Ketua DPD, Yorrys Raweyai mengatakan pembentukan pansus merupakan tindak lanjut atas banyaknya aspirasi yang diterima dari masyarakat adat. Begitu juga dengan Majelis Rakyat Papua (MRP), tokoh agama, pemuda, hingga berbagai lembaga di Papua.
Menurutnya, untuk masalah keamaman pansus di antaranya menyoroti pelanggaran HAM. Pansus menilai konflik yang terus berlangsung telah menyebabkan warga mengungsi. Namun, penanganan pengungsi hingga kini belum maksimal.“Yang kedua adalah PSN. PSN ini masalah yang cukup serius sekarang ini,” ujarnya dalam acara konferensi pers yang digelar di ruang pimpinan DPD, Senin (6/7/2026).
Yorrys menyoroti secara khusus proyek peluncuran satelit di Biak yang melibatkan kerja sama dengan Rusia. “PSN di Biak. Biak itu juga menjadi masalah karena pemerintah sudah menyetujui untuk peluncuran satelit di Biak dengan Pemerintah Rusia,” jelas Yorrys.
Menurutnya, proyek tersebut terus mendapat penolakan Masyarakat karena terkait denga hak-hak tanah adat. “Jadi ini, ini masalah yang masih kita lihat tiap hari di Biak. Terjadi demo-demo terus menentang hak-hak mereka,” ujarnya. Karena itu, Yorrys menegaskan akan memanggil kementerian dan lembaga terkait serta turun langsung ke daerah. “Ini hal-hal yang kita mungkin rumuskan, kemudian kita akan mengundang pemerintah ke sini dan kemudian kami akan melakukan advokasi ke daerah,” kata Yorrys.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Pansus, Eka Kristina Yeimo, mengatakan konflik yang terus berlangsung menyebabkan warga mengungsi. Menurut Eka, kelompok perempuan dan anak menjadi pihak yang paling terdampak. “Baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten. Jadi, terutama anak-anak dan perempuan, ini tidak tertangani dengan baik, ujar Eka. Kondisi pendidikan, kondisi kesehatan, semuanya tidak tertangani dengan baik, sampai saat ini, jelasnya.***
Penulis : John Andhi Oktaveri
Editor : John Andhi Oktaveri








