Nasional

MPR Kecewa Kalau Pemerintah Tolak UU MD3

JAKARTA, Sikap pemerintah yang tidak setuju dengan pengesahan revisi UU MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD) seharusnya sikap itu dilakukan sejak pembahasan dengan Menkum dan HAM Yasonna Laoly yang mewakili pemerintah. Sebab, kalau saat ini sudah terlambat.

Demikian disampaikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Sebelumnya Presiden Jokowi belum menandatangani hasil revisi UU MD3 yang disahkan paripurna DPR pada Senin (14/2/2018) lalu itu. Presiden tak ingin ada penurunan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Ya, saya memahami keresahan-keresahan yang ada di masyarakat. Banyak yang mengatakan ini hukum dan etika kok dicampur aduk. Ada yang mengatakan politik sama hukum kok ada campur aduk. Ya itu pendapat-pendapat yang saya baca, yang saya dengar di masyarakat,” kata Jokowi seusai menghadiri acara Dzikir Kebangsaan Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

Menurut Zulkifli jika pemerintah menyampaikan ketidaksetujuan di tengah pembahasan, maka pembahasan revisi UU MD3 bisa langsung berhenti. “Kalau tidak setuju, disampaikan saat pembahasan. Pemeirntah bisa menolak,” tegas Ketum PAN itu.

Tapi kalau pemerintah setuju, maka pembahasan itu jalan terus dan disahkan oleh DPR dan pemerintah. “Sekarang tinggal diadministrasikan, dikasih nomor, Presiden tanda tangan. Itu administrasai,” ujarnya.

Sebenarnya kata Zulkifli, sesuai UU, memang Presiden diperbolehkan tidak menandatangani. Tapi, UU MD3 itu akan tetap berlaku dalam 30 hari ke depan. Sehingga jika Pak Jokowi tidak menandatangani, tidak ada aturaan yang dilanggar dan tidak bermasalah.

Karena itu menurut dia, silakan publik menilai apakah langkah Jokowi tersebut termasuk pencitraan atau tidak? “Itu terserah publik yang menilai,” ungkapnya.

Hanya saja pelantikan pimpinan DPR, MPR, dan DPD yang baru akan dilakukan setelah UU MD3 sudah berlaku. Kalau Presiden tidak menandatangani, maka pelantikan bisa dilakukan pada 30 hari berlaku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top