Nasional

Menko Muhajir Membentak, Formappi: DPR Harus Koreksi Diri

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kemarahan Menko PMK Muhajir Effendi kepada Komisi X DPR dalam beberapa waktu lalu mendapat dukungan publik. Hal ini diakibatkan ketidak siplinan dan ketidak santunan anggota dewan dalam menjaga tata tertib rapat. “Saya kira sih apa yang disampaikan Muhajir itu merupakan koreksi yang harus diperhatikan oleh DPR,” kata Peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Diakui Lucius, memang benar bahwa DPR memiliki kewenangan kontrol atas pemerintah, akan tetapi peran itu tak dimaknai sesuka hati oleh anggota DPR.
“Jangan karena DPR sejajar dengan Presiden dan yang diundang rapat adalah pembantu Presiden, maka DPR bisa sesuka hati mengatur rapat bahkan sesuka hati juga mengikuti rapat,” ungkapnya.

Protes menteri itu, kata Lucius lagi, mestinya menjadi catatan serius bagi DPR, karena bisa jadi semua menteri punya perasaan yang sama, tetapi demi menjaga hubungan baik tak berani blak-blakan.
“Soal agenda rapat, ya mestinya konsisten. Kalau undangannya untuk membicarakan implikasi BPJS, jangan melebar kemana-mana karena belum tentu menteri yang datang siap dengan semua substansi yang ditanyakan diluar agenda yang disepakati,” terangnya.

Yang lebih penting, lanjut Lucius, soal sentilan mengenai kedisiplinan. Soal durasi rapat yang terlalu lama juga penting direfleksikan oleh DPR. Jangan sampai rapat menjadi tidak fokus, dan juga membosankan. “Bicara yang penting-penting sajalah, jangan karena ada kesempatan lalu curhat sampai puas walau minus makna.”

Menurunya, rapat yang efektif itu selalu hemat waktu dan untuk itu memang harus dipersiapkan termasuk materi yang dibicarakan. Jangan cari-cari bahan untuk ngomong pas saat rapat berjalan. Akhirnya ulang-ulang satu hal hingga membosankan. “Ini sesuatu yang sudah seringkali menghiasi rapat DPR sehingga tak semestinya terus seperti itu,” ujarnya lagi.

Disidi lai, kata Lucius, mereka yang bertanya juga harus konsisten menunggu sampai menteri selesai menjawab. “Jangan habis bertanya, lalu kabur. Ini benar-benar tak sopan dan juga tak bertanggungjawab atas persoalan yang dibicarakan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top