JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–PT.Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) sukses meraup laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp1,7 triliun. Adapun kinerja laba ini naik 5,94 persen secara tahunan atau year on year (YoY) dan perolehan laba bersih ini diiringi dengan jumlah penyaluran kredit yang naik sebesar 6,6 persen YoY menjadi Rp211,6 triliun. “Terutama berasal dari pertumbuhan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 9,4 persen YoY dan perbankan konsumer yang tumbuh 6,9 persen YoY,” kata Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan di Jakarta, Rabu (1/5/2024).
Lebih jauh Lani Darmawan menjelaskan pertumbuhan kredit atau pembiayaan yang sehat dan indikator kualitas aset yang membaik menjadi dasar yang kuat. “Perolehan kinerja di kuartal pertama 2024 merupakan wujud dari konsistensi kami,” ujarnya.
Lani menambahkan bahwa posisi permodalan yang tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) tercatat senilai 24,5 persen. Sedangkan likuiditas yang dapat dilihat dari loan to deposit ratio (LDR) ada di level 84,2 persen. Adapun, total aset konsolidasian adalah sebesar Rp 333 triliun per 31 Maret 2024. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 248,0 triliun, atau tumbuh 3,3 persen secara tahunan. CIMB Niaga juga membukukan rasio current account and savings account (CASA) sebesar 64,6 persen. CASA tumbuh 8,9 persen secara tahunan pada periode yang sama.
Lani menerangkan, jumlah kredit atau pembiayaan CIMB Niaga naik 6,0 persen secara tahunan menjadi Rp 211,6 triliun pada kuartal I-2024. Hal tersebut terutama berasal dari pertumbuhan pada kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 9,4 persen secara tahunan dan perbankan konsumer yang tumbuh 6,9 persen secara tahunan. “Kenaikan tertinggi di kredit atau pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 15,8 persen secara tahunan,” terangnya lagi.
Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan Rp 56,2 triliun, atau tumbuh 15,4 persen secara tahunan. Adapun, DPK CIMB Niaga Syariah tercatat sebesar Rp 50,6 triliun, atau tumbuh 2,6 persen secara tahunan per 31 Maret 2024. Pertumbuhan pembiayaan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh segmen ritel. “CIMB Niaga Syariah tetap fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas,” pungkasnya.***
Penulis : Chandra
Editor : Chandra








