Industri & Perdagangan

Komisi VI DPR: Tak Lagi Andalkan APBN, BP Batam Dinilai Jadi Model Pengelolaan Kawasan Ekonomi Nasional

Komisi VI DPR: Tak Lagi Andalkan APBN, BP Batam Dinilai Jadi Model Pengelolaan Kawasan Ekonomi Nasional
Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan/foto: dpr ri

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM – Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam yang pada tahun anggaran 2027 tidak lagi mengandalkan tambahan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjalankan kegiatan rutinnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan sekaligus bukti keberhasilan pengelolaan kawasan ekonomi strategis di Batam.

“Saya sangat mengapresiasi kalau BP Batam sudah tidak mengharapkan lagi anggaran dari negara untuk kegiatan rutinnya selama tahun 2027. Ini adalah berita yang sangat membanggakan dan menyenangkan,” tegas Sturman dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan BP Batam di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai keberhasilan BP Batam tersebut layak menjadi contoh bagi badan-badan pengusahaan maupun kawasan ekonomi khusus lainnya di Indonesia. Ia meyakini capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan dan kerja kolektif jajaran BP Batam dalam mengelola kawasan secara profesional dan produktif. “Ini patut diikuti oleh badan-badan pengusahaan yang lain maupun kawasan ekonomi khusus yang ada di Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sturman juga mengapresiasi kekompakan jajaran pimpinan BP Batam yang hadir secara lengkap dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI. Menurutnya, hal itu menunjukkan keseriusan dan komitmen institusi dalam menjalankan tugas pengelolaan kawasan.

Sebagai warga Batam, ia mengaku bangga melihat perkembangan pembangunan yang berlangsung di daerah tersebut. Ia menilai infrastruktur jalan yang terus berkembang menjadi salah satu keunggulan Batam dibandingkan banyak daerah lainnya. Namun demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.

Salah satunya adalah peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir akibat tingginya curah hujan. Menurutnya, pembangunan jalan yang masif perlu diimbangi dengan saluran air yang memadai agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Selain itu, Sturman mendorong BP Batam untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan berbagai potensi kawasan yang masih belum tergarap maksimal. Ia meyakini tingkat pertumbuhan ekonomi maupun surplus pendapatan kawasan dapat meningkat lebih tinggi apabila seluruh potensi tersebut dimanfaatkan secara optimal.

“Masih banyak yang belum kita berdayakan. Kalau semua wilayah dan kemudahan yang dimiliki Batam dimanfaatkan sebesar-besarnya, saya yakin capaian yang diraih bisa lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan pengelolaan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi Kota Batam. Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi dan destinasi wisata unggulan nasional.

Disisi lain, Ia mengusulkan pembangunan jalan lingkar (ring road) yang menghubungkan berbagai wilayah di Batam. Menurutnya, keberadaan jalan alternatif tersebut akan membantu mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antar wilayah di kota yang memiliki posisi strategis tersebut.

“Batam memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, pengelolaannya harus terus ditingkatkan agar menjadi model keberhasilan yang bisa ditiru oleh kawasan ekonomi dan badan pengusahaan lainnya di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: M Arpas

Editor: Kamsari

BERITA POPULER

To Top