Market

Kelola Sejumlah Bisnis, Edi Candra: Secara Perlahan TNG Akan Untung

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM-BUMD milik Pemkot Tangerang, PT Tangerang Nusantara Global (PT.TNG) dipercaya mengelola empat sektor bisnis untuk mendongkrak pendapatan, yakni Perparkiran, Transportasi, SPBU dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa). Dua sektor bisnis,yakni perparkiran dan transportasi sudah berjalan, namun untuk bisnis SPBU dan PLT Sampah (PLTsa) belum dimulai, karena masih menunggu perizinan.
“Ke depan SPBU ini dapat melayani masyarakat Kota Tangerang, Ojek dan UMKM,” kata Direktur PT TND, Edi Candra dalam siaran persnya, Kamis (10/6/2021).

Bahkan rencananya, kata Edi lagi, pihaknya akan berkerjasama dengan perangkat daerah, sehingga kendaraan-kendaraan dinas perangkat daerah Kota Tangerang
dapat mengisi BBM di SPBU yang dikelola BUMD. “Dengan begitu biaya BBM yang dikeluarkan juga akan kembali menjadi PAD kota Tangerang,” ujarnya

Terkait pengelolaan sampah, kata Edi, penugasan yang diberikan Pemerintah Kota Tangerang soal investasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik untuk Kota Tangerang sampai saat ini masih dalam tahap negosiasi kontrak dengan pemenang lelang. “Jadi kita masih menunggu,” ungkapnya.

Lebih jauh soal bisnis perparkiran, lanjut Edi lagi, mengelola beberapa kawasan parkir bahu jalan yang ditetapkan oleh Pemkot Tangerang, antara lain, Kawasan Pasar Anyar, Kawasan Perkantoran Cikokol dan jalan -jalan umum lainnya. “Tentunya kita berharap berkembangnya bisnis parkir ini akan menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD) dari segi pajak parkir yang dibayarkan PT TNG,” paparnya.

Menyinggung soal bisnis transportasi PT TNG yang mengelola Bus TAYO dan SiBenteng, Edi mengakui bisnis ini merupakan penugasan dari Pemkot Tangerang. “Kita mendapatkan subsidi dari Pemkot,
agar tarif angkutan perkotaan bisa terjangkau bagi masyarakat bawah,”
jelas Lelaki kelahiran Bandung,1974.

Pihaknya, sambung Edi, berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah kota melalui PT TNG dengan menyediakan angkutan yang nyaman aman dan bertarif murah. Kendati demikian, hambatan yang saat ini dihadapi dalam bisnis angkutan adalah minimnya minat masyarakat dalam menggunakan angkutan

“Ke depan untuk mempermudah masyarakat kami sedang berproses pembayaran dengan mekanisme Tap uang elektronik,” terang Edi.

Diakui Edi, saat ini PT. TNG belum mencatatkan keuntungan karena operasional perusahaan pada awal kegiatan usaha menggunakan anggaran yang cukup besar untuk belanja modal. Namun pihaknya meyakini lambat laun kerugian tersebut akan tertutup dengan keuntungan yang akan
didapatkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Terbukti dengan berkurangnya kerugian pada 2020 dibandingkan 2019, walaupun pada 2020 merupakan tahun yang berat bagi dunia usaha. Harapan kami PT TNG diberi masukan – masukan, sehingga PT TNG dapat berkembang dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top