Nasional

Kader NU Harusnya Jadi Capres, Stop Jadi Follower

Kader NU Harusnya Jadi Capres, Stop Jadi Follower
Diskusi sekolah ramadhan bertema "Menakar Capres 2024" digelar Yayasan Talibuana di Tebet Jakarta, Rabu (20/04/2024)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia tidak sepatutnya hanya sekedar menjadi follower (pengikut) dalam perhelatan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Demikian salah satu kesimpulan dalam diskusi sekolah ramadhan bertemakan “Menakar Capres 2024” yang diselenggarakan Yayasan Talibuana di Tebet Jakarta, Rabu (20/04/2024)

“Tokoh-tokoh NU sangat banyak sekali stoknya yang seharusnya layak untuk menjadi Capres,” kata Imam Suhardjo yang didaulat jadi Narasumber.

Tokoh-tokoh mumpuni dan kapabel itu, kata Imam lagi, ada yang di dalam struktur maupun di luar struktur PBNU.

Sementara itu, Taufiq R Abdullah yang juga politisi PKB mensyaratkan, kalau NU mau mengusung Capres, maka perlu membangun sinergi dengan kekuatan politik lain yang berhaluan nasionalis.

“Warga Nahdliyyin perlu mempunya percaya diri yang kuat dan mensolidkan barisannya baik di jajaran struktural maupun di luar struktur NU itu sendiri,” jelasnya.

Perjuangan NU, lanjut Anggota Komisi DPR RI, harus mampu mengkonsolidasikan elemen struktural dan kultural dalam menjawab tantangan kedepan.

Lebih lanjut, Narasumber lainnya Andi Rahmat (mantan politisi PKS) menjelaskan landscape geopolitik dan geoekonomi global kini sudah berubah.

“Kita belum tahu bagaimana perubahan tata dunia global mendatang, khususnya dibidang ekonomi. Yang jelas, semua infrastruktur ekonomi global kini sudah berubah semua. Dan pengaruh nya jelas mulai kita rasakan di Indonesia” ungkapnya.

Berangkat dari kondisi obyektif inilah seharusnya kepemimpinan nasional mendatang mampu menjawab persoalan ini.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, postur APBN mendatang yang harus terbebani untuk membayar hutang akibat pandemi covid-19 dan biaya pembangunan IKN.

Khusus Untuk NU, Andi mengungkapkan, selain dari sisi jumlah umatnya yang banyak dan ketokohan yang mumpuni, NU mempunyai sejarah panjang dalam jejak politik nasional dan juga mempunyai genetik politik yang kuat dalam politik nasional. ***

Penulis  : M Arpas
Editor    : Budiono

BERITA POPULER

To Top