Infrastruktur

Jokowi: Proyek MRT Biayai Tinggi Karena Tertunda 26 Tahun

MOJOKERTO-Presiden Joko Widodo mengingatkan penundaan pembangunan infrastruktur akan mengakibatkan mahalnya anggaran yang diperlukan untuk membangun infrastruktur.

Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta adalah contoh tingginya biaya pembangunan yang diperlukan karena tertundanya proyek tersebut hingga 26 tahun lamanya.

“Coba dibayangkan, itu biaya per meter, betapa mahalnya jika ditunda-tunda terus yang namanya pembangunan infrastruktur,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan ruas tol Jombang-Mojokerto di Jalan Tol Seksi II Jombang-Mojokerto Barat, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Minggu (10/9).

Seandainya pembangunan MRT dimulai 26 tahun yang lalu diperkirakan pembangunannya tidak akan terlalu memakan biaya tinggi.

Sebab ketika itu, harga tanah di lokasi pembanguan MRT Jakarta saat ini harga tanahnya masih berada di kisaraan Rp2 juta – Rp5 juta setiap meternya, sedangkan saat ini pembebasan tanah di Jakarta berada di kisaran Rp80 juta – Rp200 juta setiap meternya.

Apalagi infrastruktur menjadi salah satu kunci sebuah negara untuk memenangkan persaingan. Ketersediaan infrastruktur diyakini akan menurunkan biaya logistik suatu negara dan memudahkan persaingan dengan negara lain.

Menyadari hal tersebut, Presiden menyatakan tidak akan menunda lagi pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Belum lagi dari sisi efisensi distribusi logistik yang tentunya akan mempengaruhi harga komoditas di satu tempat.

Sebagai gambaran biaya logistik yang merupakan biaya mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu provinsi ke provinsi lain di Indonesia 2,5 kali lebih mahal dibanding Singapura dan Malaysia.

“Jika biaya itu mahal, artinya yang menjadi beban masyarakat itu mahal, larinya ke sana. Oleh sebab itu, konektivitas seperti ini sangat diperlukan sekali,” kata Kepala Negara.

Presiden menyadari untuk menjangkau sebuah daerah di Indonesia terkadang tidaklah mudah karena begitu luas wilayahnya. “Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Saya saja yang Presiden merasakan susahnya menjangkau sebuah daerah, apalagi masyarakat. Saya bisa membayangkan,” ujarnya.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top