Industri & Perdagangan

Investasi Industri Kimia Tekstil Capai Rp22,17 Triliun

JAKARTA-Jumlah industri kimia tekstil dan aneka meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Perindustrian mencatat nilai investasi sektor industri kimia tekstil dan aneka Rp22,17 triliun pada kuartal pertama tahun 2017.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Industri Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono dalam siaran pers kementerian, Senin.

Bahkan sepanjang 2016 realisasi investasi sektor ini mencapai Rp122,5 triliun atau 37,24 persen dari pertumbuhan industri pengolahan nonmigas nasional. Tahun ini kementerian menyasar investasi Rp152 triliun di sektor ini. 

Menurut Kementerian Perindustrian industri kimia tekstil dan aneka yang tahun 2014 jumlahnya 473 perusahaan bertambah menjadi 591 pada 2015 dan 677 pada 2016.

Kementerian Perindustrian menargetkan populasi sektor industri itu meningkat menjadi 753 perusahaan pada 2017.
“Selain peningkatan daya saing dan produktivitas industri serta pengembangan perwilayahan industri di luar pulau Jawa, penumbuhan populasi industri juga menjadi fokus kami untuk mendorong pertumbuhan industri nasional,” kata Sigit.

Sigit mengatakan pemerintah memacu pengembangan industri pupuk dan petrokimia di Papua Barat (Bintuni) serta memfasilitasi pembangunan pabrik petrokimia di Masela.

Pemerintah, ia melanjutkan, juga mendorong pembangunan industri berbasis gasifikasi batubara di Kalimantan Timur, Sumatera Selatan (Muara Enim), dan Lampung (Mesuji); serta pembangunan industri turunan amonia berbasis gas di Sulawesi Tengah (Donggi Senoro); dan pembangunan pabrik bahan baku obat berbasis migas. “Investasi di dalam negeri untuk sektor IKTA, paling tinggi pada industri kimia. Namun, saat ini nilai impornya masih sangat besar,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top