Industri & Perdagangan

Impor Bawang Putih Jangan Ugal-Ugalan 

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Kementerian Perdagangan mengeluarkan aturan memperbesar keran impor gula, bawang putih dan bawang bombay dengan alasan kelangkaan lebih dari 60 persen, tapi jangan sampai ugal-ugalan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dinilai Wakil Ketua Komisi IV DPR, Hasan Aminuddin, kebijakan itu cenderung ugal-ugalan dan bisa merugikan petani yang telah bekerja sama dengan importir lokal yang patuh terhadap syarat yang ditetapkan pemerintah.

“Kebijakan itu akan menggerogoti devisa negara dan akan merusak upaya swasembada bawang putih Indonesia,” tegas politisi NasDem itu, Kamis (19/3/2020).

Padahal, semangat di Nawa Cita itu salah satunya membangun kemandirian ekonomi kerakyatan. Memamg negara ini tidak menutup impor karena merupakan bagian dari global supply chain.  Tapi, syarat impor dan kewajiban tanam 5% itu mutlak harus dipenuhi oleh importir.

Tahun 2017 pemerintah sudah tegas dengan langkah menuju swasembada melalui penyiapan 1.900 Ha lahan tanam bawang putih. Tahun 2019 kemarin sudah ada 110 Kabupaten yang menanam bawang putih di 20-30 ribu Ha lahan.

Tahun 2020 ini diproyeksikan akan terdapat 40-60 ribu Ha yang siap, dan 2021 akan mencapai 80-100 ribu Ha. Kementerian Pertanian sendiri mengakui telah menghitung ada 600 ribu hektar lahan yang siap untuk ditanam bawang putih.

“Membebaskan impor bawang putih ini melanggar UU Hortikultura Tahun 2010. Kita sudah punya kerangka perencanaan swasembada yang harusnya didukung. Import boleh tetapi harus patuh pada syarat. Bukan membiarkan importir tertentu bebas impor tanpa memenuhi syarat dengan dalih stabilisasi harga,” katanya.

Menurut mantan Bupati Probolunggi ini kebijakan membebaskan impor bawang putih yang diteken Kementerian Perdagangan patut dicurigai diarahkan oleh importir nakal yang bekerja sama dengan supplier. Bahkan kebijakan pembebasan impor membuka kemungkinan diarahkan pada monopoli dan kartel perdagangan.

“Kita sedang menghadapi situasi yang perlu perhatian lebih. Kurs rupiah terhadap dolar Amerika sedang merosot. Mendag jangan produksi kebijakan ugal-ugalan yang bisa mengancam importir lokal dan petani secara khusus,” ujarnya.

Hasan menilai impor bawang putih kemungkinan besar akan datang dari China karena negara tersebut merupakan supplier lebih dari 90% bawang putih Indonesia. Pemerintah telah berupaya meminimalisir monopoli dan terbentuknya kartel bawang putih dengan menetapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi importir.

Menteri itu harus berpikir keras agar Indonesia memiliki nilai tinggi dalam global value chain dunia khususnya di sektor hortikultura bawang putih ini.

“Inilah salah satu semangat yang dikandung UU Hortikultura, bukan malah membiarkan kebijakan negara di-drive oleh kepentingan sesaat importir yang mau bermain pada situasi ekonomi yang dalam tekanan keras saat ini. Harus dibatalkan kebijakan pembebasan impor ini,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top