Market

Harga Minyak Dunia Melonjak, Resiko Subsidi BBM dan LPG Capai Rp320 Triliun

Harga Minyak Dunia Melonjak, Resiko Subsidi BBM dan LPG Capai Rp320 Triliun
Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Dalam Distribusi/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Menteri Arifiin mengingatkan penyalahgunaan BBM subsidi akan menambah beban keuangan negara. Masyarakat harus ikut mengawasi dan melaporkan terkait penyimpangan-penyimpangan dalam penyaluran dan pemakaian BBM subsidi. “Jadi kalau harga minyak dunia bertahan di level sekarang, Pemerintah berisiko mengeluarkan dana Rp320 triliun untuk subsidi dan kompensasi BBM dan LPG. Itu belum termasuk listrik, mungkin listrik tidak sebesar itu,” katanya di Jakarta, Senin (17/4/2022).

Jika ditinjau kembali, kata Arifin, dalam asumsi APBN saat ini harga minyak mentah Indonesia atau ICP dipatok sebesar US$63 per barel, dan perhitungan alokasi subsidi dan kompensasi BBM dan LPG sekitar Rp130 triliun. “Jadi ada Rp190 triliun yang harus bisa disiapkan kembali,” ungkap Arifin.

Lebih jauh Arifin memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) sepanjang tahun ini dipastikan aman. Kestabilan pasokan menjadi prioritas agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terlebih jelang Hari Raya Idulfitri. “Cadangan stok dalam kondisi yang cukup ideal. Solar cukup untuk 21 hari, Pertalite untuk 19 hari, Pertamax 38 hari, Avtur 35 hari dan LPG 14 hari. Kami juga meminta kepada masyarakat yang mampu agar bisa menggunakan bahan bakar yang non subsidi, ini akan sangat membantu,” ujarnya.

Namun Arifin kembali mengingatkan bahwa saat ini harga jual BBM dan LPG bersubsidi, jauh dari harga keekonomian yang tengah melambung tinggi. Untuk itu masyarakat diimbau untuk menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan kemampuannya, sehingga alokasi subsidi BBM dan LPG tidak tergerus dan lebih tepat sasaran.

Untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, Pertamina tengah memodernisasi sistem monitoring Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). “Kita ingatkan juga ada pasal dalam undang-undang yang akan mengenakan sanksi terhadap penyalahgunaan BBM Subsidi, 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar,” pungkas Arifin. ***

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top