JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM—Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menggelar Pelatihan TIK & Literasi Digital 2026. Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan digital dasar dan memahami pemanfaatan AI secara positif. “Dengan begitu, membuka peluang baru dalam dunia kreatif digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Ketua Pelaksana Pelatihan TIK & Literasi Digital 2026, RA. Loretta Kartikasari, SE., MM., M.I.Kom., PhD.C di Kantor DNIKS, Rabu (20/5/2026).

Pelatihan TIK 2026 ini sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat transformasi digital nasional yang ramah bagi semua kalangan/fOTO: dniks
Adapun kegiatan Pelatikan TIK tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DNIKS, Dr. H. A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H dan dihadiri Ketua Literasi Digital KOMDIGI Segmen Disabilitas, Dyah Alief. Selain itu tampil pula, Herry Derajad Wijaya, S.Kom., MM – Pandu Literasi KOMDIGI, RM Wiyanto Hidayatullah, S.IKom., M.IKom – Dosen Digital Communication dan Safa Muhammad – Affiliator & Influencer. “Pelatihan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat transformasi digital nasional yang ramah bagi semua kalangan, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Kegiatan Pelatikan TIK ini merupakan rangkaian acara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dengan thema “Optimasi Konten Kreator Difabel dengan Kecerdasan Buatan”. “Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat prasejahtera, lansia, dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing,” terangnya.
Lebih jauh Dya Loretta menambahkan bahwa pelatihan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi digital, hingga komunitas disabilitas.
Ditempat yang sama, Ketua Ketua Umum DNIKS, Dr. H. A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H mengatakan bahw kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas akses literasi digital sekaligus mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara produktif dan bertanggung jawab.
Mengusung semangat “Sejahtera untuk Semua”, lanjut Gus Choi-sapaan akrabnya, bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan peningkatan kapasitas digital. Selain itu, peserta juga akan memperoleh wawasan mengenai peluang ekonomi digital melalui pengembangan konten kreatif berbasis AI.
Kegiatan Pelatihan ini juga menghadirkan pembicara kunci dari unsur pemerintah yang membawakan materi mengenai peningkatan peran dan peluang usaha bagi penyandang disabilitas. “Pelatihan dan pemaparan materi disampaikan para narasumber yang kompeten di bidang literasi digital, komunikasi digital, dan industri kreator digital,” pungkasnya.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








