JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Warga nahdlatul ulama (NU) merasa geram dengan ulah kubu PKB Muhaimin Iskandar yang terus membuat kegaduhan nasional. Pasalnya, belum lama ini ada wacana membuat Muktamar Luar Biasa (MLB NU), sehingga berpotensi mengganggu stabilitas nasional. “Ya, ini memang ujung-ujungnya mau membuat kegaduhan politik saja, bisa saja mengarah pada mengganggu pelantikan Prabowo-Gibran,” kata Koordinator Brigade Pengawal Mandat Ulama Tebu Ireng (PETIR), Syamsudin Empay kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Mantan Wakil Sekjen PKB ini menyebut sejumlah aksi dan peristiwa yang cenderung provokatif, misalnya tak henti-hentinya menyerang PBNU. Mulai dari mensupport beberapa pengurus PKB untuk menggelar demo Kantor PBNU. “Lalu, menginisiasi Pansus Haji DPR, memecat 5 Anggota DPR terpilih dimana salah satunya adalah adik kandung Sekjen PBNU dan assisten pribadi Ketua umum PBNU.”
Sementara 3 anggota DPR RI terpilih lainnya, kata Empay-sapaan akrabnya, dipecat karena alasan yang tidak jelas bahkan disinyalir ada hubungan komunikasi dengan NU. Bahkan kubu Muhaimin Iskandar ditengarai mendorong MLB PBNU yang dimotori oleh Paman Muhaimin Iskandar yaitu Gus Salam. “Secara massif muhaimin juga telah memutuskan bahwa antara PKB dan NU tidak punya hubungan apapun. Sikap Muhaimin ini memberi pesan tegas kepada publik terutama jamaah NU bahwa PKB telah go publik,” terangnya lagi.
Lebih jauh Mantan Sekjen PP IPNU itu menambahkan bahwa sikap dan keputusan tersebut memantik polemik yang cukup tajam di kalangan publik. “Hal itu karena semua warga NU memahami dan mengetahui historisnya, bahwa PKB adalah anak kandung dari PBNU. Namun sosok Muhaimin ingin menjauhkan Ibu dan anak demi ambisi pribadinya,” ungkapnya.
Dikatakan Empay, bahwa tidak hanya dari aspek historis kelahiran PKB, namun Muhaimin juga tidak segan-segan melakukan pembunuhan karakter bahkan memperkosa hak-hak politik para kader terbaik dan divonis serta dipecat tanpa ada kesalahan sedikitpun. “Sikap ini memantik konflik panjang antara PKB dan PBNU bahkan manuver Muhaimin ini dapat mengganggu agenda politik nasional dalam menghadapi peralihan kekuasaan atau pelantikan presiden terpilih prabowo subianto,” imbuhnya.
Empay menilai ada ambisi politik pribadi dari Muhaimin untuk menguasai PKB dan PBNU ke depan, sehingga memuluskan perjalanan karier politik untuk pencapresan 2029. Karena itu tak heran jika Muhaimin mengerahkan seluruh instrumen politiknya untuk merebut PBNU. “Saya sebagai kader NU, mengecam keras langkah Muhaimin Iskandar dan menyerukan kepada seluruh kader NU untuk melawan kedzoliman, dan ambisi pribadi,” paparnya.
Ditempat terpisah, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa isu terkait muktamar tandingan di partainya telah selesai dan tidak menjadi ancaman yang serius.
Lebih jauh Wakil Ketua DPR ini memastikan bahwa tidak ada pihak yang memiliki legalitas untuk menggelar muktamar tersebut. “Semua sudah beres. Pengurus lengkap, jalannya sudah sesuai aturan. Tidak ada yang punya dasar hukum untuk membuat muktamar tandingan,” ujar Cak Imin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/24).
Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan bahwa isu tersebut tidak perlu ditanggapi berlebihan dan fokus utama tetap pada kelangsungan kepengurusan DPP PKB yang telah resmi disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas. Sebelumnya, pada Rabu (18/9/24), Cak Imin telah mengumumkan susunan lengkap DPP PKB masa bakti 2024-2029. Struktur kepemimpinan tersebut meliputi Ketua Harian Ais Shafiyah Asfar dan enam Wakil Ketua Harian, yakni Najmi Mumtaza, Riezal Ilham Pratama, Gielbran Muhammad Noor, Nadya Alfi Roihana, Muhammad Aji Pratama, dan Lukman Maulana.
Namun, meski struktur tersebut sudah diumumkan, beberapa nama termasuk Ketua dan Wakil Ketua Harian belum tercantum dalam Surat Keputusan Menkumham Nomor M.HH-10.AH.11.02 Tahun 2024 yang diterbitkan pada 26 Agustus 2024.***
Penulis : Chandra
Editor : Chandra








