JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wakil Ketua Badan Pakar Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Dr. Manimbang Kahariady menegaskan bahwa bantuan LSM Uni Emirab Arab (UEA) yang sempat ditolak oleh pemerintah daerah sebaiknya diserahkan kepada Ormas dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kemudian Ormas dan LSM tersebut mendistribusikan bantuan itu kepada para korban bencana di Sumatera. “Tidak hanya Ormas dan LSM, Organisasi sosial seperti DNIKS juga bisa menerima dan mendistribusikan bantuan dari LSM luar negeri,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Manimbang menilai langkah Walikota Medan menyerahkan bantuan dari LSM UEA berupa 30 ton beras kepada Muhammadiyah sudah tepat. Karena Muhammadiyah memiliki jaringan hingga pelosok daerah. “Hal yang sama juga dilakukan DNIKS yang memiliki LKKS baik tingkat provinsi hingga kabupaten-kota,” ujarnya lagi.
Lebih jauh kata Manimbang yang pernah menjabat Ketua HKTI pada era Ketum Prabowo Subianto, bahwa DNIKS sudah melakukan aksi konkret bersama Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) menyalurkan bantuan antara lain 177 kardus, yang terdiri makanan, mie instans, biskuit, susu, minyak goreng, pasta gigi, sabun mandi, beras, sosis, sarden, pakaian, sarung dan obatan-obatan.
Oleh karena itu kata Manimbang, DNIKS meminta tidak perlu berpolemik soal bantuan asing atau bukan.Karena rakyat membutuhkan bantuan dan penanganan yang cepat serta tepat sasaran. “DNIKS siap menerima bantuan dari mana saja, termasuk dari asing yang non pemerintah dan akan bekerja sama dengan Ormas atau institusi lainnya untuk menyalurkan bantuan ke sasaran,” terang Waketum HKTI periode 2025-2029.

Sinergi PPEKRAF dan DNIKS menyalurkan bantuan makanan, obat obatan, pakaian, selimut, susu, minyak goreng dan lain-lainnya/Foto: DNIKS
Sebelumnya, Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPKRAF) bersama Dewan Nasional Indonesia Kesejahteraan Sosial (DNIKS) memberikan bantuan untuk warga korban bencana alam yang terjadi di Sumatera, baik Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) berupa barang dan uang tunai. Penyanyaluran bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan materil untuk meringankan beban sekaligus memberikan semangat bagi korban bencana. “Kami menampung sumbangan dari para donatur yang bersimpati terhadap, ada yang berupa makanan, pakaian, obat-obatan,” kata Ketua umum PPEKRAF, Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan usai melepas bantuan logistik melalui jasa ekspedisi di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Lebih jauh Liya-sapaan akrabnya, pihaknya mengirimkan langsung bantuan tersebut jasa ekspedisi itu sudah mengetahui titik-titik lokasi yang akan menjadi sasaran bantuan. “Jadi kita sudah koordinasi dengan kawan-kawaan di Aceh Tamiang yang bisa menyalurkan bantuan tersebut. Sehingga tepat sasaran,” ujarnya yang juga menjabat Ketua DNIKS.
Bantuan tersebut, kata Liya, antara lain 177 kardus, yang terdiri makanan, mie instans, biskuit, susu, minyak goreng, pasta gigi, sabun mandi, beras, sosis, sarden, pakaian, sarung dan obatan-obatan. “Ketersediaan pasokan makanan sangat penting, mengingat sebagian besar warga masih bertahan di lokasi pengungsian akibat rumah yang terdampak longsor atau terendam banjir,” imbuhnya.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono







