Industri & Perdagangan

Digitalisasi UMKM Penting Guna Masuk Rantai Pasok

Digitalisasi UMKM Penting Guna Masuk Rantai Pasok
Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Salah satu strategi memulihkan ekonomi nasional adalah dengan menyelamatkan UMKM. Apalagi mayoritas pelaku usaha Indonesia 99,9 persen merupakan UMKM yang berkontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) 61 persen dan yang paling dahsyat itu penyerapan tenaga kerja (sebesar) 97 persen di sektor UMKM. “UMKM bisa berkembang maka harus bermitra dengan usaha yang besar. Dalam sebuah survei, 93 persen UMKM di Indonesia tak menjalin kemitraan dengan usaha besar,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki di Jakarta, Senin, (26/7/2021).

Baginya, lanjut Teten, bermitra dengan usaha besar dapat menghadirkan kesempatan untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas produksi, dan meningkatkan kualitas promo. “UMKM kita selalu kalah bersaing, baik di online maupun di offline karena kapasitas produksi rendah, daya saingnya juga rendah. Kita ingin ke depan menyiapkan UMKM kita dalam konsep rantai pasok,” jelas dia.

Teten menambahkan bahwa di China, Korea Selatan, dan Jepang, UMKM-nya sudah memproduksi produk-produk teknologi. Hal itu, disebabkan UMKM di negara-negara tersebut memproduksi barang-barang yang menjadi rantai pasok kebutuhan industri nasional. “Ini menjadi penting, agar UMKM kita tidak hanya terus menerus bikin kripik, krapak, krupuk, dodol, tapi sudah mulai masuk ke komponen-komponen industri, industri makanan, industri otomotif, elektronik, dan sebagainya. Sehingga ketika usaha besarnya berkembang, UMKM-nya  terkerek naik. Memang yang harus kita hindari adalah yang kecil dicaplok yang besar,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kementerian Koperasi dan Unit Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menandatangani nota kesepahaman tentang Koordinasi Pelaksanaan Tugas dan Wewenang di Bidang Pengawasan Kemitraan di Jakarta, Senin.

Ketua KPPU mengatakan pelaku UMKM terbukti memiliki kontribusi yang cukup besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam hal keluasan kesepakatan kerja, penyerapan tenaga kerja, pembentukan PDB, serta menyediakan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan bawah untuk dapat menjalankan kegiatan ekonomi yang produktif.

 

 

BERITA POPULER

To Top