*) Ferdy Muslifiansyah
Pada era globalisasi saat ini yang ditandai dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang menyebabkan banyaknya persaingan antar perusahaan yang semakin sengit, sehingga menuntut perusahaan mampu bertahan dalam setiap kondisi dan situasi dengan memperhatikan segala aspek yang dapat memperkuat keberlangsungan suatu perusahaan. Dengan begitu perusahaan dapat tetap survive dan terus berkembang yaitu dengan lebih memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia yang merupakan aset utama yang memiliki peran penting suatu perusahaan terus tumbuh dan berkembang bahkan mampu bertahan dalam situasi yang sulit seperti saat ini sehingga tujuan perusahaan tercapai.
Seperti yang dinyatakan oleh (Panjaitan, 2017) bahwa sumber daya manusia yang mempunyai peran penting dalam segala kegiatan perusahaan tidak hanya sebagai perencana atau pengubah tetapi sebagai pengendali sumber daya yang lain di dalam suatu perusahaan, sehingga secara tidak langsung perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Terutama seorang pemimpin sebagai pelopor tujuan, perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian seluruh sumber daya yang dimiliki sehingga tujuan perusahaan tercapai dengan efektif dan efisien serta tepat sasaran.
Kepemimpinan menurut Durbin dalam (Anjardini, 2017) adalah suatu cara dalam menanamkan pengaruh dalam memberikan motivasi karyawan untuk mau bekerja sesuai dengan pencapaian tujuan yang dikehendaki sehingga seorang pemimpin berusaha agar karyawannya mau dan mampu bekerja dengan optimal sehingga dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya ini, pimpinan perlu memperhatikan gaya kepemimpinannya.
Kepemimpinan merupakan factor terpenting dalam memberikan pengarahan kepada karyawan untuk saat sekarang ini yang serba terbuka sehingga kepemimpinan yang diperlukan adalah kepemimpinan yang bisa memberdayakan karyawannnya. Sehingga seorang pemimpin harus memperhatikan cara- cara yang digunakan dalam memimpin salah satunya melalui gaya kemepimpinannya karena gaya kepemimpinan merupakan aspek penting untuk mencapai dan meningkatkan keberhasilan seorang pemimpin dalam suatu perusahaan.
Setiap pemimpin perusahaan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda adapun gaya kepemimpinan menurut (Veliu et al., 2017) adalah bentuk konsistensi perilaku lintas situasional yang mengacu pada cara dimana seorang pemimpin berinteraksi dengan bawahannya dan digunakan untuk memotivasi karyawannya.
Sementara, menurut Handoko dalam (Geralt et al., 2020) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan sebagai perilaku yang menunjukkan bahwa pemimpin dapat menjadi teladan yang baik bagi bawahannya. Hal ini karena gaya kepemimpinan merupakan bentuk pendekatan atau cara yang dipilih untuk mengarahkan dan memberikan pengaruh kepada pihak lain. Sehingga, dengan gaya kepemimpinan yang tepat akan mempengaruhi kinerja karyawan untuk mencapai kinerja yang optimal sesuai harapan perusahaan.
Menurut Soelistya dalam (Rokib, 2014) kinerja adalah sebagai kesuksesan yang dapat dicapai karyawan di dalam melakukan pekerjaannya, ukuran suatu kesuksesan yang dicapai karyawan tidak dapat disamakan dengan karyawan yang lain. Kesuksesan yang dicapai karyawan adalah berdasarkan ukuran yang berlaku dan disesuaikan dengan jenis pekerjannya. Selain itu, dalam penelitian (Anjardini, 2017) menganalisis factor- faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan diperlukan untuk memberikan pengaruh postif yang besar terhadap perusahaan yang akan memberikan kinerja yang optimal dalam perusahaan untuk mencapai peningkatan penjualan sesuai target yang diharapkan.
Perusahaan finansial teknologi atau yang dikenal dengan sebutan FinTech di tengah pandemi dan situasi ekonomi yang tidak dapat ditentukan mampu membuktikan kinerja yang baik dalam peningkatan penjualan, khususnya peer to peer (lending) yang ditandai dengan semakin berkembangnya berbagai perusahaan layanan jasa keuangan melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.
Analisis
Sampai saat ini, perusahaan finansial teknologi mampu menunjukkan eksistensinya untuk terus berupaya membantu menciptakan hubungan antara UMKM berpotensi dan para pemberi dana untuk mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Tentu saja, hal sangat dibutuhkan kerja sama tim yang baik untuk menghasilkan kinerja yang optimal terutama peningkatan penjualan perusahaan finansial teknologi.
Disisi lain, gaya kepemimpinan akan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan finansial teknologi, termasuk peningkatan penjualan. Dalam penelitian ini, karyawan perusahaan finansial teknologi terbesar di Surabaya yang mendapat target penjualan produk serta memiliki masa kerja lebih dari 2 tahun dengan status karyawan tetap yang berjumlah 70 karyawan. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2014).
Metode sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sehingga jumlah sampel yang diambil peneliti sebesar 70 karyawan yang merupakan keseluruhan dari populasi. Sumber data primer pada penelitian ini adalah hasil penyebaran kuesioner penelitian melalui Google Form kepada responden yang merupakan karyawan perusahaan finansial teknologi di Surabaya.
Dari hasil penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan yang berdampak terhadap peningkatan penjualan perusahaan finansial teknologi dapat disimpulkan, bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai terhitung sebesar 14,941 dan signifikansi 0,000, karena nilai terhitung yang didapat lebih besar dari table. Sehingga gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan perusahaan finansial teknologi diterima.
Tak hanya itu, bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap peningkatan penjualan dengan nilai thitung sebesar 2,618 dan signifikansi 0,011, karena nilai terhitung yang didapat lebih besar dari ttabel sehingga gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan Perusahaan Finansial Teknologi diterima. Pun begitu, kinerja karyawan berpengaruh terhadap peningkatan penjualan, dengan nilai thitung sebesar 2,315 dan siginifikansi 0,024, karena nilai thitung yang didapat lebih besar dari ttabel sehingga kinerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan perusahaan finansial teknologi diterima.
Saran
Gaya kepemimpinan yang diterapkan dikatakan cukup efektif untuk meningkatkan penjualan perusahaan finansial teknologi, diharapkan atasan lebih memaksimalkan lagi peran dan tanggung jawabnya untuk kinerja karyawan yang lebih bagus lagi dengan memahami kebutuhan karyawan seiring penerapan gaya kepemimpinan dalam situasi dan kondisi yang tepat sehingga peningkatan penjualan perusahaan akan tercapai melampaui target.
Kualitas kerja adalah indikator kinerja karyawan yang berada dalam kategori cukup rendah dibanding indikator lainnya. Sehingga atasan perlu untuk mendelegasikan pekerjaan tersebut kepada karyawan yang ahli dalam bidangnya yang mencerminkan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjannya sesuai target yang ditetapkan agar perusahaan banyak mendapatkan keuntungan yang bisa diberikan kepada karyawan seperti kenaikan gaji, bonus, dan sebagainya.
Diperlukan adanya penelitian lanjutan pada masa mendatang yang berkaitan dengan penelitian ini karena masih ada banyak factor lainnya yang mempengaruhi kinerja karyawan misalnya disiplin kerja, komitmen karyawan, dan budaya perusahaan. ***
*) Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen, STIE Mahardhika Surabaya, Dosen Pembimbing Pompong B Setiadi








