Perbankan

BPKH Dikritik, Nilai Manfaat Biaya Haji 2023 Tak Sampai 100%

BPKH Dikritik, Nilai Manfaat Biaya Haji 2023 Tak Sampai 100%
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina dalam Rapat Kerja dengan Kepala BPKH dan Badan Pengawas BPKH/Foto: Dok DPR

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR menyoroti kinerja Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam mengelola dana keuangan haji 2024. Bahkan mempertanyakan efektivitas BPKH terkait nilai manfaat yang lebih besar terhadap para jamaah. “Pasalnya, uang jemaah haji sudah diinvestasikan belasan hingga puluhan tahun,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina dalam Rapat Kerja dengan Kepala BPKH dan Badan Pengawas BPKH di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Lebih jauh Politisi PDI-Perjuangan ini meminta BPKH lebih agresif dalam menginvestasikan dana haji masyarakat untuk menangani polemik dana haji. Saat ini, BPKH mengelola Rp166 triliun dana haji dengan Rp15 triliun diantaranya merupakan dana nilai manfaat yang digunakan BPKH untuk mensubsidi biaya haji. “Alokasi nilai manfaat biaya haji 2023 hanya terealisasi sebesar 92%,” ujarnya lagi.

Menurut Selly, banyak jemaah haji yang belum masuk waktu tunggu namun sudah bisa langsung berangkat haji. Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI John Kennedy Azis menambahkan, metode investasi yang dilakukan BPKH saat ini tidak akan bisa mengimbangi kenaikan biaya haji oleh Pemerintah Arab Saudi hingga perubahan nilai kurs.

Politisi Golkar itu mendorong BPKH untuk mencari cara agar investasi dana haji bisa lebih menguntungkan dan membantu jemaah haji. “Metode investasinya yang dari awal salah terdapat perbedaan antara nilai manfaat yang dipaparkan Kemenag dan BPKH. Kami dorong BPKH membuat sistem tabungan yang lebih menguntungkan,” pungkasnya.***

Penulis : Budiana
Editor  : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top