Industri & Perdagangan

Beredar Surat APTRI Isinya Desak Ijin Usaha PT.KTM Dicabut

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Beredar surat Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPP APTRI) yang ditujukan kepada Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dimana isinya mendesak agar Kemenperin mencabut ijin usaha PT.KTM. Surat tanpa tanggal tersebut ditanda tangani oleh Koordinator Pelaksana Harian DPP APTRI, Sunardi Edy Sukamto.

Dalam surat tersebut meminta evaluasi terhadap izin usaha PT.KTM dan  APTRI memberikan empat alasan, salah satunya bahwa perusahaan selama ini tidak sesuai dengan semangat swasembada pangan dalam hal ini gula sebagaimana digariskan pemerintah.

Namun saat wartawan mengkonfirmasi soal surat tersebut kepada Sunardi Edy Sukamto melalui telepon selulernya, dia belum memberikan respon. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin mendorong agar Kementerian Perindustrian merespon surat aduan dari masyarakat tersebut secara kuat. Respon diperlukan agar Kemenperin bisa memetakan berbagai problem yang selama ini menghambat program swasembada gula. “Saya kira ini persoalan serius karena sebelumnya seperti kita ketahui yang beredar di media, ada aduan serupa juga dari Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu. Itu artinya perlu ada respon memadai terkait berbagai aduan masyarakat ini,” ujar Politikus Golkar itu kepada wartawan, Kamis (22/07/2021).

Sebagai wakil rakyat, lanjut dia, berbagai macam persoalan terkait sektor gula harus jadi perhatian serius. Sebab hal itu menyangkut hajat hidup orang. “Jadi saya kira, DPR siap berikan dukungan penuh ke pemerintah dalam hal ini Kemenperin untuk tidak ragu membenahi sektor gula ini dari hulu sampai hilir yang tentunya juga termasuk membenahi pabrik gula-pabrik gula yang tidak sejalan dengan semangat pemerintah yakni semangat swasembada gula,” tegasnya.

Adapun terkait dugaan adanya berbagai pelanggaran yang dilakukan PT. KTM sebagaimana dilontarkan APTRI maupun FSP BUMN Bersatu, Mukhtarudin mendukung penuh langkah Kemenperin mengusut tuntas dugaan-dugaan tersebut. “Sebaiknya segera saja Kemenperin melakukan penelusuran secara komprehensif. Jika dibiarkan berlarut-larut justru hanya akan menghambat cita-cita swasembada gula itu sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa menyayangkan kebutuhan gula rafinasi untuk industri besar dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Jatim harus dipasok dari luar daerah. Sehingga mereka harus mengeluarkan tambahan biaya transportasi lagi. “Akibatnya, terjadi biaya tinggi dalam proses produksi,” katanya.

Kondisi tersebut disebabkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 3/2021 tentang Jaminan ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional. Dalam Permenperin itu disebutkan, pabrik yang dapat mengolah rafinasi dibatasi hanya bagi pabrik yang izin usahanya terbit sebelum 25 Mei 2010.

Sedangkan pabrik pengolah gula rafinasi di Jatim tidak ada yang memenuhi kriteria tersebut. “Kami bersama jajaran pemerintah akan bersama-sama melakukan koordinasi ke Jakarta. Karena Permen itu terbitnya kan di Kementerian di Jakarta. Sehingga untuk menyuarakan ini harus ke Jakarta. Intinya apa yang ada dalam Permen, paling tidak harus berikan arti positif bagi PG (pabrik gula) di Jatim dan masyarakat Jatim,” ungkap Aliyadi.

Sementara itu, Direktur KTM Agus Susanto menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah menyukseskan swasembada gula nasional. Salah satunya melalui kebijakan beli putus dan jaminan rendemen minimal 7% kepada petani tebu yang menjadi mitra KTM. “Melalui kebijakan ini, petani menjadi senang dan merasa diuntungkan sehingga mereka memiliki gairah untuk memperluas lahan tebu mereka,” ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Hingga saat ini, total lahan tebu petani yang menjadi mitra KTM mencapai 9.761 hektar. Sedangkan lahan milik sendiri atau kerjasama yang dikelola oleh KTM mencapai 14,94% dari target 4.457 hektar. Lahan tebu itu tersebar di Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Gresik. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top