Market

Ada Legislator Tak “Berkantor”, Proyek Renovasi Ruangan Bermasalah?

Ilustrsi Ruang Rapat Paripurna DPR

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Proyek renovasi ruangan anggota DPR menjadi sorotan. Pasalnya, masih ada beberapa ruangan anggota DPR yang belum selesai. Artinya, sejak dilantik Oktober 2019 hingga Maret 2020 (6 bulan), ada anggota DPR yang tak punya “kantor”.

Kondisi ini membuat para staf dan tenaga ahli menjadi kesulitan dalam bekerja, terutama dalam bekerja membantu kinerja anggota DPR tersebut.
Mestinya, proyek renovasi ruangan tersebut harus ada target selesainya. Sehingga tidak mengganggu kerja para legislator.

“Sementara ini, kita terpaksa pinjam ruangan teman anggota lainnya untuk bekerja,” kata salah seorang Staf anggota DPR, Rouf saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dia mengaku agak susah dalam konsolidasi pekerjaan, karena peralatan juga belum bisa digunakan.

Sementara itu, Sekjen DPR Indra Iskandar yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler tidak menjawab. Begitupun dengan pertanyaan melalui pesan WhattApps belum dibalas.

Sedangkan Kabiro umum Setjen DPR Justiawan Wijaya saat dikonfirmasi soal masalah tersebut mengaku bahwa persoalan renovasi anggota DPR bukan wilayah kewenangannya. “Coba tanya ke Karo PBMN (Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Negara (PBMN). Karena Itu bukan domain Biro Umum,” katanya.

Saat ditanya apakah memiliki nomor telepon seluler Kabiro PBMN guna konfirmasi, Iwan-sapaan akrabnya mengaku tak memiliki. “Gak ada, datangin aja langsung,” ucapnya melalui pesan WhattApps

Tersendat-sendatnya penyelesaian renovasi ruangan anggota DPR disinyalir karena ada masalah keuangan. Diduga kontraktor nakal membawa lari dana proyek tersebut.

Salah seorang anggota DPR F-PKB NM Dipo Nusantara yang dikonfirmasi karena ruangannya belum selesai hanya bisa pasrah dan menunggu saja. “Kalau ditanya pimpinan proyeknya, jawabannya sebentar lagi selesai..he he he,” imbunya.

Hingga berita ini diturunkan Suarapemred belum bisa mengonfirmasi Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Negara (PBMN) terkait masalah tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top