Market

Wisuda XXVIII UMN, Alumni Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Profesional

Wisuda XXVIII UMN, Alumni Harus Siap Hadapi Tantangan Dunia Profesional
keynote speaker yakni Bella Verena untuk memberikan gambaran dunia profesional kepada wisudawan/Foto: A Rohman

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM. Di tengah tantangan global yang terus berkembang, lulusan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dituntut siap menghadapi perubahan yang begitu cepat serta kondisi ekonomi dunia yang fluktuatif, karena itu alumni UMN harus siap berkarya dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kali ini, UMN mewisuda sebanyak 569 mahasiswa. Dalam momen wisuda yang ke-28 ini, Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, menyoroti pentingnya adaptabilitas, ketangguhan, dan semangat inovatif sebagai bekal utama bagi para wisudawan dalam menghadapi tantangan zaman. “Saat ini softskill menjadi hal yang semakin penting. Kemampuan untuk beradaptasi karena perubahan yang semakin cepat, khususnya karena perkembangan teknologi,” ungkap Andrey di ICE BSD, Sabtu (28/06/2025).

Lebih jauh Andrey memaparkan data bahwa sebanyak 92 juta lapangan kerja digantikan oleh AI. Meski begitu, AI sendiri sudah menciptakan 170 juta lapangan kerja baru. Bagi Andrey kemampuan dalam beradaptasi dengan penggunaan AI menjadi suatu keharusan di era ini.“Tidak hanya AI, kesadaran akan pentingnya merawat bumi juga semakin meningkat,”lanjut Andrey.

Andrey berharap momen wisuda ini menjadi langkah awal wisudawan untuk melanjutkan langkah belajar di kehidupan yang nyata dan bisa mengembangkan potensi terbaik wisudawan. Bagi Andrey wisudawan harus menjadi long-life learner dan terus mempelajari hal-hal baru.”Sebagai lulusan UMN harus tetap membawa nilai-nilai 5C (Caring, Credible, Competent, Competitive, Customer Delight) sebagai bekal dalam meniti karier kalian,” tutup Andrey.

Wisuda UMN kali ini juga mengundang seorang keynote speaker yakni Bella Verena untuk memberikan gambaran dunia profesional kepada wisudawan. Bella merupakan alumni UMN yang saat ini berkarier menjadi seorang content creator. “Kita, Gen Z banyak mendapat stereotip menjadi generasi yang lemah atas tekanan terutama di pekerjaan. Tapi di sini aku mewakili Gen Z menyampaikan bahwa tidak semua dari kami seperti itu. Banyak dari kita semua di sini yang memiliki mental dan skill yang mumpuni yang terbentuk sejak kuliah,” ungkap Bella.

Dari pengalaman selama berkarier, Bella mengungkapkan bahwa terdapat tiga mentalitas yang penting untuk dimiliki generasi saat ini. Pertama adalah mental tahan banting, kita tidak boleh mudah menyerah dengan situasi sulit yang sedang dialami. Kedua, mental berani gagal. Sejak kuliah dan lulus tiga tahun yang lalu, Bella sudah menjalani berbagai profesi hingga akhirnya kini menjadi entrepreneur. Kemauan untuk mencoba adalah implementasi dari mental berani gagal.

“Di luar mental, networking juga menjadi hal penting. Aku sedang menyiapkan diri untuk debut bermain di film layar lebar. Menariknya, peran ini kudapatkan karena relasi baik dengan teman-teman di Teater Katak saat kuliah,” lanjut Bella sambil meminta wisudawan melihat kanan kirinya dan menyampaikan untuk tidak melupakan satu sama lain nanti saat sudah lulus.

Bella juga mengajak wisudawan untuk mengungkapkan terima kasih kepada orang tua yang juga hadir mendampingi wisudawan. “Terakhir, coba teman-teman menghadap ke belakang dan lihat orang tua teman-teman. Sampaikan terima kasih atas izin, usaha, dan kasih sayang dari mereka sehingga teman-teman sampai pada pencapaian ini,” ungkap Bella

Menyimpulkan kembali apa yang sudah dipresentasikan, Bella menutup presentasinya dengan mengajak wisudawan yang adalah Gen Z untuk membuktikan bahwa stereotip orang-orang mengenai mereka salah.“Buktikan kalau kita bukan generasi stroberi,” tutup Bella.***

Penulis   :  A Rohman

Editor     :  Budiana

BERITA POPULER

To Top