Nasional

Warga Berharap Pemkot Tangerang ‘Selesaikan’ Lahan TPA Rawa Kucing

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM-Pemkot Tangerang diduga melakukan penyerobotan lahan milik almarhum Riman Bin Ecang, yang digunakan untuk lokasi pembuangan sampah TPA Rawa Kucing, yang berlokasi di Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari.

Kuasa Hukum Ahli Waris warga, Septian Prasetyo menyatakan berdasarkan data yang dimilikinya diketahui bahwa Riman Bin Ecang memiliki lahan seluas 1,5 hektar, yang berlokasi di depan gerbang utama TPA Rawa Kucing.
“Tanah itu diperoleh Almarhum Riman Bin Ecang dari jual beli pada tanggal 15 Desember 1975 antara Riman Bin Ecang dengan Ecang Bin Kaimin yang diketahui oleh Kepala Desa Kedaung Wetan saat itu M Usuf,” kata Septian kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Selanjutnya tambah Septian berdasarkan penjelasan ahli waris, pada 1990 ketika Kota Tangerang masih menjadi Kota Administratif (Kotif) Walikota Tangerang saat itu Djakaria Mahmud secara lisan meminta kepada Riman Bin Ecang yang saat itu dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat di Kedaung Wetan untuk pindah, karena tanahnya akan digunakan untuk pembangunan TPA Rawa Kucing yang operasionalnya dilakukan pada 1992.

Sementara itu, Bambang Wahyudi, yang merupakan cucu dari Riman Bin Ecang menjelaskan saat itu Pak Djakaria hanya secara lisan menyampaikan kepada kakek saya, Riman Bin Ecang bahwa nanti tanah tersebut akan diganti rugi. “Makanya kemudian keluarga kami pindah dari Kedaung Wetan ke Kedaung Baru (kelurahan hasil pemekaran), namun sampai beliau meninggal pada 1994, hal tersebut tidak pernah terealisasi,” ungkapnya.

Namun, kata Bambang, karena para ahli waris merasa itu untuk kepentingan lebih luas, mengingat TPA memang sangat diperlukan, pihaknya mendiamkan hal ini, tapi tetap berharap ada penyelesaian dari pemerintah, karena tanah ini merupakan tanah warisan, dan para ahli waris masih ada.

Lebih jauh tokoh Pemuda Neglasari ini menyatakan sejak 2015 ahli waris sudah berupaya untuk menyelamatkan tanah milik Riman Bin Ecang. “Namun upaya ahli waris selalu menemuin hambatan, lantaran Pemkot Tangerang dari sejak Walikota Djakaria Mahmud, Walikota Mochamad Thamrin, Walikota Wahidin Halim hingga Walikota yang sekarang Arief R Wismansyah, tidak juga kunjung mau menyelesaikan persoalan ini. Dan baru pada 2020 ini ada alokasi anggaran, itu pun belum bisa direalisasikan sampai hari ini,” kata Bambang kepada wartawan Sabtu (12/12/2020).

Sementara itu Septian dan Bambang menjelaskan, persoalan pembebasan tanah Riman Bin Ecang ini kemudian menjadi tidak jelas, setelah pada 2015, Pemkot Tangerang melakukan pembayaran ganti rugi tanah atas nama Iwan Rungu Simanjuntak. “Pembayaran itu dilakukan kalau tidak salah pada 2015, setelah Iwan Rungu memenangkan gugatan di Pengadilan atas kepemilikan lahan tersebut,” kata Bambang.

Padahal, kata Bambang, almarhum Riman Bin Ecang dan ahli waris tidak pernah melakukan jual beli lahan tersebut. Hal ini terbukti dari Girik C, desa asli dan jual beli di atas kertas segel asli masih ada ditangan ahli waris.

Bukti yang memperkuat bahwa Riman Bin Ecang masih memiliki hak atas tanah dilahan tersebut juga diperkuat dengan girik C desa yang saat ini seharusnya tercantum di buku C Desa Kedaung Wetan. Namun aneh nya sampai saat ini pihak Kelurahan Kedaung Wetan belum juga mau mengeluarkan surat keterangan tanah. “Ini juga yang menjadi salah satu kendala kenapa kita belum mendapatkan ganti rugi dari Pemkot Tangerang, sampai saat ini Lurah Kedaung Wetan belum juga mau mengeluarkan surat keterangan tanah,” jelasnya.

Terkait hal ini tambah Bambang, pihak ahli waris sudah menyerahkan kuasa kepada Kantor Hukum Septian Wahyudi dan Rekan. “Kami sudah menyampaikan surat permohonan kepada Kelurahan Kedaung Wetan dan Kedaung Baru pada hari Selasa (8/12/2020) lalu, sampai hari ini belum juga mendapatkan balasan, dan ini jadi pertanyaan kami. Padahal Pemkot Tangerang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah mengalokasi anggaran ganti rugi tanah Riman Bin Ecang pada tahun anggaran 2020,” tuturnya.

Dikatakan Septian yang juga Direktur LBH Pospera ini, pihaknya sudah konfirmasi kepada Dinas LH Kota Tangerang bahwa memang anggaran sudah ada, karena Riman Bin Ecang masih memiliki sisa lahan dilokasi tersebut yang belum dibayarkan oleh Pemkot. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top