Market

The Duck King: Gugatan Mizuho Salah Alamat

The Duck King/Tribunnews.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI) mengklarifikasi gugatan hukum yang dilakukan Mizuho Asean Investment LP kepada perusahaan yang mengoperasikan jaringan restoran  The Duck King. Alasannya, langkah gugatan tersebut tidak memiliki hubungan hukum apapun dengan Mizuho.

“Mizuho bukanlah kreditur maupun pemegang saham JBI. JBI tidak pernah menjadi penjamin ataupun melakukan kontrak apapun juga dengan Mizuho,” kata kuasa hukum JBI dari AFS Partnership, Andi Simangunsong melalui siaran persnya di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Menurut Andi, rencana penerbitan obligasi JBI tidak ada hubungannya dengan Mizuho karena aksi korporasi itu dalam rangka ekspansi usaha dan akuisisi perusahaan.

Lebih jauh Andi menambahkan permasalahan yang ada adalah antara Mizuho dengan PT Asia Kuliner Sejahtera (AKS) dan kawan-kawan.

AKS mendaftarkan gugatan terhadap Mizuho dan kawan-kawan karena tidak merasa pernah menerima uang dari Mizuho dan terkait cacatnya dokumen dokumen yang menjadi dasar klaim utang Mizuho kepada AKS dan kawan-kawan. Sebagai informasi, AKS merupakan salah satu pemegang saham JBI.

Menurutnya, gugatan yang dilayangkan Mizuho kepada JBI dkk adalah gugatan yang salah alamat karena permasalahan Mizuho adalah dengan AKS dkk, bukan JBI.

JBI mencadangkan haknya mengajukan tuntutan hukum terhadap Mizuho terkait pemberitaan dimaksud, yang dapat menimbulkan kerugian materil dan immateril terhadap JBI. “Kami percaya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BI (Bursa Efek Indonesia) telah dan akan senantiasa bekerja dengan profesional sehubungan dengan rencana penerbitan obligasi JBI. Permasalahan salah satu pemegang saham emiten dengan pihak ketiga, tidaklah sepatutnya mengganggu kegiatan operasional dan rencana aksi korporasi yang dilakukan emiten,” tuturnya.

Ditempat terpisah, kuasa hukum Mizuho, Edward Lontoh berharap lembaga OJK membantu penyelesaian kasus perselisihan Mizuho dengan PT Asia Kuliner Sejahtera yang berujung di meja hijau. “OJK berperan lebih aktif guna melindungi kepentingan investor publik dan masyarakat,” katanya Jumat (13/3/2020).

Menanggapi sengketa investasi yang berubah menjadi pinjam-meminjam ini, Ketua OJK menyerahkannya ke pihak pengadilan. “Bawa saja ke pengadilan. Nanti akan terungkap semua,” kata Ketua OJK Wimboh Santoso.

Mizuho memperkarakan PT Asia Kuliner Sejahtera, PT Jaya Bersama Indo Tbk, Asia Culinary Pte. Ltd, serta lima orang terkait lainnya sebagai para tergugat.Adapun, lima orang terkait lainnya yang disebut sebagai tergugat memiliki posisi sebagai pemegang saham dan jajaran direksi di PT Asia Kuliner Sejahtera dan PT Jaya Bersama Indo Tbk. yaitu Itek Bachtiar, Limpa Itsin Bachtiar, Ibin Bachtiar, Lin Manuhutu, dan Tio Dewi. “Dalam gugatan ini, kami menuntut ganti rugi US$40,9 juta,” kata kuasa hukum Mizuho Edward Lontoh.

Gugatan ini dilakukan karena PT Asia Kuliner Sejahtera belum melakukan pembayaran kewajiban utang sebesar US$ 40,9 juta. Mizuho mengetahui PT Asia Kuliner Sejahtera bersama dengan lima orang terkait saat ini sedang melakukan upaya penerbitan obligasi untuk perluasan bisnis dari PT Jaya Bersama Indo Tbk dan di sisi lain, mereka belum melaksanakan kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada Mizuho.

Rencana penerbitan obligasi yang dilakukan oleh tergugat tanpa mempertimbangkan kepentingan Mizuho berpotensi melanggar hukum. Hal ini juga memiliki dampak yang strategis dan menempatkan Mizuho dalam risiko.

***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top